Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kamu Hebat, Sayang!

[Artikel 44#, kategori Cinta] Lega, kata yang menandakan bahwa apa yang sudah dilakukan selama 6 bulan ini tidak sia-sia. Kamu hebat. Sekarang waktunya kamu beristirahat. Menikmati waktu tidur lebih pulas tanpa harus buru-buru setiap paginya.

Suara musik terdengar di udara malam yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan. Malam tadi, masyarakat Semarang pada umumnya, termasuk sekitar rumah, menggelar malam tirakatan. Semacam rasa syukur untuk peringatan hari jadi Bangsa Indonesia.

Tangan saya meraih ponsel yang tak jauh dari kepala saya. Respon saya sangat tinggi ketika bunyi pesan masuk dari dia. Meski mata masih sayup, saya masih sempat melihat arah jam digital di ponsel yang menunjukkan pukul 1 dini hari.

Pesan dari dia

Enam bulan pekerjaannya di negeri seberang akhirnya berakhir. Sebuah rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada saya karena terus menemaninnya.

Saya hanya bisa ucapkan bahwa kamu sangat hebat.

Saya tahu bagaimana ia melewati 6 bulan tidaklah mudah. Perasaannya, waktu terbuangnya, penderitaannya, dan segala tetek bengek antara dia dan saya.

Ini sungguh indah ketika akhirnya sampai pada titik ini. Selamat beristirahat kamu. Tidurlah dengan pulas dan nikmatilah setiap nafas.

Kamu berhak mendapatkan penghargaan untuk kerja kerasmu.

Terima kasih untuk tetap tegar dan sabar.

Aku menyayangimu.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini