Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Komunikasi Mulai Berubah

[Artikel 43#, kategori Cinta] Ini adalah sebuah perjalanan dan wajar. Keindahan dan kesenangan di awal tidak selalu dapat dirasakan. Terkadang, saya merindukan awal-awal kami berbicara. Dan sekarang saya menyadari bahwa ini sudah tidak sama.

Saya tahu tidak mudah menjalani hari-hari dengan berbagai lingkungan yang memberi tekanan. Perasaan yang tidak menentu, mood yang jatuh hingga sikap yang tak sengaja menjadi kebiasaan yang akhirnya selalu dijaga.

Saya mulai terbiasa ketika ia pergi begitu saja. Diam seharian tanpa kata dan ucapan pulang ketika ia tiba di rumah.

Munafik bila tidak kesal karena merasa dicuekin. Hanya saja sekali dihancurkan moodnya, ia seperti angsa yang menyerang dengan sosornya saat didekatin. Lebih baik menjauh dari masalah.

Saya ingin mengatakan kepadanya bahwa kita baik-baik saja, maka tetaplah kuat. Saya akan ikuti apa maunya dan tolong, bertahanlah.

...

Saya tidak mendapatinya siang hari ketika ia mengingatkan saya tentang makan siang. Saya tidak melihatnya seharian dan hanya menemukannya saat pagi hari. Terkadang saya merasa bersalah saat kami ada waktu, malah membuatnya sedih.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini