Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Uang Receh Dalam Kaleng yang Sudah Habis

[Artikel 79#, kategori catatan] Akhirnya, kaleng yang sudah beberapa tahun berada di kamar akhirnya kosong juga. Alias habis dipakai. Meski uang receh, kegunaannya sangat besar. Terutama buat aktivitas saat menggunakan sepeda.

Tidak menyangka uang receh yang semuanya logam di dalam kaleng itu hanya bersisa beberapa koin. Saya ingat kaleng itu sudah ada sejak dotsemarang resmi memiliki kantor sendiri. *Pada saat itu kamar kos-kosan yang dipakai.

Kaleng itu digunakan untuk membantu biaya kompetisi Liga Blogger Indonesia. Dan juga, kas dotsemarang kalau tidak salah. Benar-benar lupa sekarang bila mengingat ke belakang.

Fakta menariknya adalah hingga dulu sampai sekarang, kaleng itu tak pernah penuh terisi. Hanya jadi cadangan keuangan bila pas dibutuhkan banget baru digunakan.

Sekarang nasibnya setelah beberapa logam yang saya plester jadi seribuan untuk pompa ban, isinya sudah kosong. Tinggal dibuang saja kalengnya. Ketimbang memenuhi ruangan.

Terima kasih kaleng. Masa pandemi gini, benar-benar berguna. Dan saya harus memikirkan lagi bagaimana saya menabung selanjutnya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini