Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tidak Ada Apa-apa


[Artikel 33#, kategori wanita] Lebih mudah memahami game, meski itu sulit, ketimbang wanita yang selalu berubah hanya hitungan jam. Bahkan semua hal yang dipikir kesenangan, kebahagiaan dan baik-baik saja, hanya sekejap saja telah berubah.

Hari ini bakal jadi awal ketakutakan dalam mengarungi kehidupan yang silih berganti layaknya siang dan malam. Andai bisa konsisten, itu tak masalah seperti bulan dan matahari yang menyinari dunia. Tapi, ini adalah tentang wanita.

Yang selalu mengatakan baik-baik saja atau tidak ada apa-apa. Perubahan drastis dari rasa bahagia, lalu diam tanpa kata ibarat ada hal besar yang disembunyikan.

Wanita selalu berpikir jauh ke depan. Melihat realita, seakan nyata meski ia tahu belum pernah melangkah sekalipun. Kadang itu baik, kadang pula menakutkan.

Sisi menakutkannya adalah ketika mereka mulai berpikir dengan logika. Seolah tahu yang terjadi di masa depan, bila itu buruk, ia akan mengambil langkah di awal agar semuanya tidak terjadi di masa depan.

Mereka benar, dan itu keyakinan yang sulit dirobohkan. Keputusannya memberi dampak baik baginya, tapi tidak dengan pria. Wanita menginginkan kebaikan bagi dirinya di masa depan, sedangkan pria di masa kini terpaksa menerima akibat dari hasil pikirannya yang tidak masuk akal.

...

Saya tidak tahu apakah bersikap keras mencari tahu atau menunggunya bicara. Saya adalah orang yang lebih senang berhadapan dengan tipe manusia yang terus terang. Tak masalah mereka memaki, membawa senjata atau tidak suka saat berhadapan.

Ya, itu lebih baik. Ketimbang diam-diam pergi, menyakiti atau menusuk dari belakang. Andai ini cerita komik, saya membayangkan apa yang terjadi pada saya hari ini.

Saya harap ketakutakan hari ini bukanlah awal dari sesuatu yang besar beberapa hari kemudian. Sungguh, saya hanya ingin hidup sederhana. Berbicara, bersenda gurau dan dimaki asal kamu bahagia.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini