Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menjadi Kekasih yang Berlebihan


[Artikel 56#, kategori Pria Seksi] Hari ini dia sangat sibuk sekali. Pengen mengeluh dan memeluknya bahwa pangerannya merindukannya. Tapi, bukannya itu yang akhirnya kemarin-kemarin dia lebih galak darimu. Ah sudahlah, bersabar saja dan menyibukkan diri hari ini.

Mendapat cap kekasih berlebihan rasanya penuh perjuangan. Dianggap penuh curiga karena merasa tidak percaya. Yang ada, sikap amarah yang tak pernah reda.

Saya pernah beberapa kali berada di ujung tanduk. Oh tidak, bahkan sudah dilepaskan sampai terjatuh paling dalam. Namun entahlah, saya selalu terselamatkan. Saya menyukainya ketika ia datang menarik saya kembali. Apakah ini cerita dongeng?

Saya bersyukur masih berada di sampingnya.

Tidak baik berlebihan

Setiap orang memang dilahirkan berbeda untuk menunjukkan cara mencintai. Ada yang cuek, penuh kasih sayang, bersabar dan berlebihan seperti saya. Maklum, jatuh cinta bagi saya seperti mendapatkan durian runtuh. Selalu menggebu-gebu dan ingin selalu dekat.

Sayangnya, dia bukanlah wanita yang mengimbangi dan terus mengerti sikap berlebihan saya. Mungkin bila saya berada diposisinya saya eneg juga melihat kelakuan pasangannya.

Sikap berlebihan dalam menjalin hubungan memang tidak baik. Semua hal tentunya. Cobalah belajar dari kesalahan yang telah diperbuat. Jatuh cinta memang mudah, mempertahankannya yang susah. Prinsip itu yang harus diperhatikan.

Apalagi sudah terlalu dalam mencintai. Memang mau orang yang disayangi selalu disakiti? Apalagi tidak sadar diri jika selama ini melakukannya. Jangan sampai kesempatan yang terus diberi hanya jadi suara yang mudah pergi. Masuk kuping kanan, keluar kuping kiri.

...

Sepertinya dia sudah pulang. Perasaan saya sangat lega akhirnya. Mau gimana lagi, porsi kerjanya terlalu berlebihan. Sebagai orang yang tersayang, ketika hanya bisa membayangkan bagaimana ia berjuang, terkadang merasa gagal sebagai kekasih masa depan.

Sabar, tenang, lakukan aktivitas yang dapat memberi jalan sang waktu untuk terus berlalu. Terima kasih buat para wanita yang tetap bertahan dengan pasangannya. Saya merasakannya, kekasih berlebihan memang tidak mengasyikkan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini