Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Sabtu; Cucian


[Artikel 90#, kategori aktivitas] Hari ini saya lebih bersemangat menjalani aktivitas. Itu semua karena pekerjaan mengurusi blog dotsemarang sudah selesai, khususnya menulis. Sekarang sudah waktunya membereskan pakaian satu Minggu yang menumpuk. 

Apa yang paling menyenangkan saat beraktivitas? Menikmatinya, ya menikmatinya. Jangan berpikir itu sebuah beban. Jika tidak, semua yang dilakukan terasa berat dan tidak optimal.

Tiap Sabtu, aktivitas saya adalah mencuci pakaian secara manual. Saya jadi ingat beberapa tahun lalu ketika keadaannya baik-baik saja, cuci pakaian lebih sering memanfaatkan jasa laundry. Kini, tidak lagi.

Tips mencuci

Sebenarnya di rumah ini memiliki mesin cuci, entah kenapa malas digunakan dan lebih suka pakai tangan. Mesin cuci malah lebih sering dipakai hanya untuk mengeringkan saja. Biar hemat listrik sekalian.

Mencuci terdengar sederhana, tapi tidak demikian buat mereka yang tidak terbiasa. Saya bukan ahli, hanya melakukan rutinitas tiap akhir pekan.

Hal pertama yang dilakukan, tentu saja merendam pakaian setelah diberi sabun pencuci (Rinso). Setel waktu selama 30 menit dan bersabarlah dengan melakukan aktivitas lainnya.

Setelah tiba waktunya, kucek pakaian dan bilas dengan air bersih. Bagian ini harus bertenaga dan bersabar sambil menikmatinya. Kalau sedikit, kamu beruntung. Tapi kalau banyak, sebaiknya, jangan membiarkan pakaian lebih seminggu pokoknya.

Terakhir, masukkan ke dalam air yang sudah diberi pewangi pakaian setelah bilasan kedua. Dan tunggulah lagi hingga 30 menit. Ya, benar-benar bersabar untuk melakukannya.

Dirasa cukup, buang air pewangi tadi. Lalu, bawa pakaian ke mesin pencuci. Ya, saya tahu tidak semua memiliki. Kalau gitu langsung jemur saja. 

...

Saya tidak tahu bagaimana cara mencuci yang baik selain di laundry. Tapi dengan mencuci sendiri, saya sedikit berhemat keuangan saya yang sedang corat marit karena Corona.

Dan mencuci pakaian seperti belajar kesabaran dan mengorganisir setiap keadaan. Sekalian, belajar menjadi bapak rumah tangga bila di masa depan, saya benar-benar menikah.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini