Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Jumat


[Artikel 14#, kategori rumah] Selain Senin, saya punya hari Jumat yang rutin saya jalanin di rumah. Meski sudah menjadi kebiasaan, terkadang saat tidak mood, semua jadi berantakan. Malas mau ngapain hari itu. Entahlah.

Tempat yang saya tinggali ini memiliki 2 lantai. Setiap hari Jumat, saya membersihkannya. Rutin seminggu sekali karena pemiliknya sedang tidak di sini.

Seharusnya bisa bergantian dengan penghuni lain, tapi entah kenapa level kepekaannya semakin berumur semakin menipis. Jangan terlalu tinggi berharap padanya. Yang ada malah kesal sendiri.

Sama seperti lantai bawah, ada 2 kamar yang ikut dibersihkan. Tidak hanya memegang gagang sapu sambil berkeringat dan dianggap berolahraga, tapi alat pel juga digunakan.

Saya sudah menganggapnya sebagai bagian mengempesi perut. Jadi dianggap rutinitas ini hanyalah bersenang-senang. Jika tidak, saya bisa stres kalau hanya memikirkan sebab akibat.

Masih ada banyak kegiatan yang dilakukan di sini? Saya berbicara ini hanya untuk kembali mengenang hari Jumat. Agar kelak di masa depan, saya bisa kembali dan terus mengingat. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini