Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Sakit Saat Berangkat Kegiatan Wisata
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 88#, kategori aktivitas] Kamis pagi (20/2), hari yang ditunggu akhirnya tiba. Sayangnya, cuaca Semarang hari itu tidak bersahabat. Hujan menyertai belum juga reda dari malam sebelumnya. Cobaan sesungguhnya adalah kondisi tubuh yang tidak fit.
Akhirnya saya tiba di kantor Disporapar Jawa Tengah yang ada di jalan Pemuda. Sedikit terlambat memang dari jam yang tertera dalam undangan. Tapi kondisinya memungkinkan untuk terlambat. Perjalanan ke tujuan kali ini mau tidak mau harus menggunakan Go Car.
Kantor Disporapar kali ini bukan yang ada di jalan Ki Mangunsarkoro, dekat stadion Diponegoro, melainkan yang ada di jalan Pemuda
Banyak kenangan dengan kantor ini sebenarnya. Tahun 2020, saya beruntung kembali terhubung dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata ini.
Saya akui, tingkat kota (Dinas Pariwisata Semarang) saya tidak mendapatkan banyak pengalaman untuk bekerja sama. Meski kontennya tentang Semarang, dotsemarang masih kalah jauh dengan pembuat konten lokal. Malah dapatnya yang provinsi. Kadang lucu untuk berbicara ini.
Penyakit kambuhan
Tujuan aktivitas pemasaran pariwisata kali ini adalah Kabupaten Semarang. Bloger yang diundang sangat sedikit, bahkan hanya ada 2 orang. Salah satunya pun rekomendasi saya.
Peserta lainnya ada dari penggiat media sosial, Genpi Solo, asosiasi wisata, dan mahasiswi pariwisata yang mencuri perhatian. Mereka benar-benar memaniskan perjalanan kali ini.
Sayangnya, keberangkatan yang menggunakan bis dan itu benar-benar terlambat dari jadwal, tubuh saya kedatangan penyakit kambuhan. Pilek dan flu. Membuat saya benar-benar irit bicara dan mengubris keadaan. Lebih baik tidur, agar esok harinya fit.
Rasanya baru kali ini perjalanan wisata dalam rangka aktivitas promosi mengalami sakit yang sebenarnya ringan. Namun entah kenapa penyakit ini hari itu tidak mau hilang. Bahkan sampai malam harinya paling parah.
Hari esok yang lebih indah
Tentu saya tidak menyerah dengan kesempatan yang datang kedua kalinya dari Disporapar untuk kesekian kalinya ini. Obat-obatan yang saya bawa pada akhirnya meredakan dan membuat matahari pagi di penginapan esok harinya terasa indah.
Memang tidak sepenuhnya sembuh, tapi perasaan saya lebih baik dari hari pertama. Orang-orang yang hari pertama saya tidak ingin dekati karena tubuh yang lemah, saya bisa dekatin.
Ada keindahan lain yang selama ini hanya bisa melirik orang-orang yang sehat selama perjalanan. Suatu momen yang tidak pernah saya bayangkan hari kedua adalah awal saya merasakan kembali cinta yang saya rindukan.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Asmari (@asmaridexter) pada
...
Semangat beberapa hari sebelumnya yang dirasakan saat diajak untuk ikut pergi mendadak gagal. Saya marah dengan diri saya yang kalah dengan sakit hari itu. Saya bingung sendiri, sudah menjaga keadaan tetap fit, masih saja terserang penyakit.
Pada akhirnya semua indah pada waktunya. Kita hanya perlu bertahan dan semaksimal mungkin mencoba meredakannya. Jangan menyerah karena saya memiliki persiapan (sudah membawa obat-obatan).
Sayangnya, ada seseorang yang berkebalikan dengan saya selama 2 hari aktivitas. Ketika saya sembuh hari kedua, seorang peserta malah sakit.
Mari menjaga kesehatan, apalagi di musim penghujan saat ini. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menjalani aktivitas.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Beberapa member di grup facebook Zenfone 2 sering banget berdiskusi tentang penggunaan smartphone merek Asus ini yang dikawinkan dengan jaringan 4G milik Smartphone. Penasaran juga, akhirnya saya mencobanya. Dan taraa....
Istilah pacaran jarak jauh atau LDR sudah banyak kita dengar dan lazim. Saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya kandas semua. Tapi kalau pasangan suami istri LDR?
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[Artikel 14#, kategori Internet] Kalau dibandingkan operator lain yang sama-sama jaringan 4G, ternyata harga Smartfren mahal untuk harga 50 ribu. Meski keunggulan punya kecepatan yang lebih stabil dengan lainnya.
Komentar
Posting Komentar