Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat. Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Sakit Saat Berangkat Kegiatan Wisata
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 88#, kategori aktivitas] Kamis pagi (20/2), hari yang ditunggu akhirnya tiba. Sayangnya, cuaca Semarang hari itu tidak bersahabat. Hujan menyertai belum juga reda dari malam sebelumnya. Cobaan sesungguhnya adalah kondisi tubuh yang tidak fit.
Akhirnya saya tiba di kantor Disporapar Jawa Tengah yang ada di jalan Pemuda. Sedikit terlambat memang dari jam yang tertera dalam undangan. Tapi kondisinya memungkinkan untuk terlambat. Perjalanan ke tujuan kali ini mau tidak mau harus menggunakan Go Car.
Kantor Disporapar kali ini bukan yang ada di jalan Ki Mangunsarkoro, dekat stadion Diponegoro, melainkan yang ada di jalan Pemuda
Banyak kenangan dengan kantor ini sebenarnya. Tahun 2020, saya beruntung kembali terhubung dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata ini.
Saya akui, tingkat kota (Dinas Pariwisata Semarang) saya tidak mendapatkan banyak pengalaman untuk bekerja sama. Meski kontennya tentang Semarang, dotsemarang masih kalah jauh dengan pembuat konten lokal. Malah dapatnya yang provinsi. Kadang lucu untuk berbicara ini.
Penyakit kambuhan
Tujuan aktivitas pemasaran pariwisata kali ini adalah Kabupaten Semarang. Bloger yang diundang sangat sedikit, bahkan hanya ada 2 orang. Salah satunya pun rekomendasi saya.
Peserta lainnya ada dari penggiat media sosial, Genpi Solo, asosiasi wisata, dan mahasiswi pariwisata yang mencuri perhatian. Mereka benar-benar memaniskan perjalanan kali ini.
Sayangnya, keberangkatan yang menggunakan bis dan itu benar-benar terlambat dari jadwal, tubuh saya kedatangan penyakit kambuhan. Pilek dan flu. Membuat saya benar-benar irit bicara dan mengubris keadaan. Lebih baik tidur, agar esok harinya fit.
Rasanya baru kali ini perjalanan wisata dalam rangka aktivitas promosi mengalami sakit yang sebenarnya ringan. Namun entah kenapa penyakit ini hari itu tidak mau hilang. Bahkan sampai malam harinya paling parah.
Hari esok yang lebih indah
Tentu saya tidak menyerah dengan kesempatan yang datang kedua kalinya dari Disporapar untuk kesekian kalinya ini. Obat-obatan yang saya bawa pada akhirnya meredakan dan membuat matahari pagi di penginapan esok harinya terasa indah.
Memang tidak sepenuhnya sembuh, tapi perasaan saya lebih baik dari hari pertama. Orang-orang yang hari pertama saya tidak ingin dekati karena tubuh yang lemah, saya bisa dekatin.
Ada keindahan lain yang selama ini hanya bisa melirik orang-orang yang sehat selama perjalanan. Suatu momen yang tidak pernah saya bayangkan hari kedua adalah awal saya merasakan kembali cinta yang saya rindukan.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Asmari (@asmaridexter) pada
...
Semangat beberapa hari sebelumnya yang dirasakan saat diajak untuk ikut pergi mendadak gagal. Saya marah dengan diri saya yang kalah dengan sakit hari itu. Saya bingung sendiri, sudah menjaga keadaan tetap fit, masih saja terserang penyakit.
Pada akhirnya semua indah pada waktunya. Kita hanya perlu bertahan dan semaksimal mungkin mencoba meredakannya. Jangan menyerah karena saya memiliki persiapan (sudah membawa obat-obatan).
Sayangnya, ada seseorang yang berkebalikan dengan saya selama 2 hari aktivitas. Ketika saya sembuh hari kedua, seorang peserta malah sakit.
Mari menjaga kesehatan, apalagi di musim penghujan saat ini. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menjalani aktivitas.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Mungkin saja saya akan terhanyut tanpa kata-kata bila tidak membaca koran beberapa hari kemarin. Mengenal istilah Cinephile saat ini sepertinya membuat saya begitu bodoh dan entah dari mana aja selama ini. Padahal ini bukan baru buat saya. Terlambat sedikit tidak masalah, bukan? Ada yang baru tahu seperti saya ini???
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[ Ini adalah artikel ke-10 kategori Cinta ] Saya menaruh postingan ini dari pengalaman saya sendiri, jadi tidak semua pria memiliki sifat sama seperti saya. Beberapa hal mengenai wanita yang dapat membuatnya sedih maupun tersenyum, terkadang pria menyukainya. Tapi kadang pula, pria dianggap baperan. Wajar saja sih.
[ Artikel 21#, kategori drama Korea ] Rasanya baru ini saya menulis film Drama Korea yang baru tayang, mengingat biasanya menulis setelah film selesai. Faktor pemain sepertinya menjadi penyebab saya sangat bersemangat menulis lebih awal. Money Flower membawa Jang Hyuk sebagai pemeran utama. Aktor pria yang paling saya kagumi untuk akting pria tanpa emosi. Dan ketebak, seperti apa film ini bercerita. Money Flower rilis bulan November 2017. Para pemerannya, seperti salah satunya saya sebut di atas, tidak sembarangan. Jang Hyuk berperan sebagai Kang Pil Joo. Untuk pengisi peran wanita, dimasukkan aktris cantik Park Se Young. Meski bukan aktris favorit, dia sudah sangat familiar di mata saya. Jangan berharap komedi dan romantis di awal Drama Korea yang berdurasi 60 menit lebih ini benar-benar rekomendasi dan saya sukai. Peran aktor prianya yang sangat dingin menjadi hal penting dari setiap cerita yang dibangun. Maka bila kamu mencari cerita film ini penuh dengan tawa dan r...
Komentar
Posting Komentar