Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Digigit Kucing


[Artikel 17#, kategori kucing] Saya tidak menyangka hari ini, Rabu siang (12/2), sedang apes. Bermaksud membawa masuk kucing kesayangan, yang ada saya dicakar dan digigit sangat parah sepanjang saya melihara kucing. Menyakitkan dan darah benar-benar keluar tanpa henti.

Awalnya saya ingin menangkap kucing yang berjenis betina setelah beberapa hari tidak dimasukkan ke dalam kandang. Saya sering memanggilnya Mami karena ia adalah induk dari beberapa kucing yang saya pelihara.

Saya pikir tidak sulit memegangnya dan membawanya masuk ke kandang. Saat berhasil menangkap, saya bergegas menuju kandang. Tapi tanpa sadar, si Mami meronta berusaha melepaskan diri. Cakaran, hingga gigitan awalnya tak saya hiraukan.

Namun pada satu titik, luka yang diterima tangan kok rasanya sangat sakit. Tangan saya replek, dan melepaskan si Mami. Waduh, gigitannya benar-benar dalam dan mengoyak kulit tangan di jari kiri saya. Beberapa luka cakaran juga ada di dua tangan saya.

Sit! Sakit banget dan saya mulai khawatir dengan luka-luka di tangan. Apakah ini baik-baik saja? Tangan saya yang saya gunakan untuk mengetik, apakah tidak masalah? 

Saya tidak tau bagaimana memberikan pertolongan pertama pada tangan, mengingat kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi. Agresif si Mami memang tidak biasa. Mungkinkah karena sedang birahi?

Ngomong-ngomong, si Mami memang beberapa hari ini bersama kucing pejantan tetangga. Saya kedapatan melihat si Mami dikawinin. Apakah ini ada hubungannya? Tingkat agresifnya berbeda dari biasanya saat dibawa masuk ke kandang.

...

Akhirnya saya memutuskan memberi plester pada jari telunjuk saya. Setelah membersihkan dengan air biasa, saya memberi betadin. Saya taunya hanya ini untuk mempercepat proses pemberian obat.

Dan hingga sekarang, saya tidak ingin memasukkan si Mami ke kandang lagi. Biar saja ia bersama kucing pejantan lain. Apalagi beberapa minggu lalu, ia baru melahirkan dan sayang, anaknya yang lahir tidak selamat.

Pengalaman yang tidak terlupakan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini