Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Rumput Taman Rumah yang Mengering


[Artikel 7#, kategori rumah] Ada kejadian misteri hingga tulisan ini saya buat tentang siapa yang menyiram rumput taman rumah dengan obat hingga kuning mengering. Tetangga sebelah rumah tidak mengetahui siapa gerangan yang melakukannya. Bahkan, security pun tidak ada yang tahu.

Selasa sore (18/2), rumput taman rumah mendadak berubah warna. Kering menguning, seperti habis disiram obat rumput. Saya benar-benar kaget, mengingat pagi harinya rumput masih hijau dan satu hari sebelumnya baru dipotong.

Saya tidak mengerti mengapa orang misterius ini melakukannya. Padahal tidak disuruh atau dipesan untuk membuat taman menjadi kering, mengingat saya rutin memotong rumput agar terlihat rapi. Kalau sudah begini jadinya, saya tidak melakukan aktivitas potong rumput.

Security rumah saya tanya semua, tak ada satu pun yang mengetahui. Aneh, bukan! Apalagi pagi harinya saya masih melihat rumput tersebut masih hijau. Tau-tau sorenya sudah berubah warna.

Diperkirakan ini dilakukan siang hari. Seharusnya security mengetahui karena beberapa waktu selalu mengecek keadaan lingkungan. Namun mereka benar-benar tidak mengetahui.

Saya jadi ingat tetangga rumah yang pernah mengatakan untuk menyemprot rumput dengan obat agar cepat habis rumputnya. Saya tidak ingin menuduh, hanya saja pikiran tertuju ke sana. Mungkin menyuruh siapa gitu untuk menyemprot.

Hampir seluruh taman rumah sekeliling disemprot obat rumput. Itu niat bagus untuk membuat saya tidak bekerja keras sebenarnya setiap hari. Hanya saja saya penasaran siapa yang melakukannya.

Dan juga, hak apa menyemprot rumput rumah yang saya tinggali tanpa memberitahu. Setidaknya bilang atau melapor bahwa ingin izin menyemprot. Tapi itu tidak ada sama sekali.

Saya tidak tahu lagi harus bagaimana lagi. Potong rumput bukan sekedar merapikan, tapi sarana saya relaksasi kehidupan, berteman dengan kucing-kucing, berinteraksi dengan tetangga dan mengeluarkan keringat agar tubuh sering bergerak.

Saya harap dapat menemukan orang yang melakukannya dan menjelaskan tujuannya apa sebenarnya. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali di masa depan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini