Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Sering Terlambat Datang


[Artikel 51#, kategori futsal] Akhirnya futsal hari ini selesai (21/2). Tubuh sangat-sangat lelah karena seharian berada di luar kota. Futsal hari ini pun terlambat datang. Saat menenangkan diri di luar ruangan yang ditemani hujan, rekan futsal bertanya. Kok sekarang sering terlambat datang?

Mata saya memandang parkiran motor yang sedikit terlihat gelap. Tubuh saya bersandar dan kaki saya selonjorkan sambil menyeka keringat yang tak berhenti menetes.

Meski hanya main satu jam karena terlambat datang, ini sangat menguras tubuh dan pikiran. Lelah ini tidak berarti memang, tapi saya senang bahwa saya datang bermain.

Hari Jumat yang lebih sibuk

Pertanyaan rekan saya di awal paragraf hanya mampu saya jawab bahwa hari ini saya baru pulang dari luar kota mengikuti kegiatan Disporapar Jateng.

Akhir-akhir ini, banyak liputan jatuh hari Jumat. Saya juga tidak menyangka tahun ini begitu sibuk dan membuat rekan-rekan berpikir saya sering datang terlambat.

Padahal saya tetap menyempatkan datang. Melupakan rasa lelah, dan mengayuh pedal sepeda dari rumah menuju lapangan. Lelah yang double. Ditambah harus lagi mengeluarkan keringat di dalam lapangan.

Maafkan saya

Rekan-rekan saya mungkin sudah hapal bagaimana saya selalu datang lebih awal. Bahkan saya pernah datang setengah jam sebelum bermain.

Perasaan mereka melihat tahun ini tidak biasa yang saya lakukan itu wajar saja. Yang pasti, saya akan tetap berusaha datang dan bermain dengan mereka.

Maafkan saya bila itu menjadi kekhawatiran. Saya tidak dapat menolak saat pekerjaan datang dan bersenang-senang dengan aktivitas tersebut. Apalagi dibayar. Uangnya tentu juga untuk bayar iuran futsal.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini