Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

8 Tahun Bersepeda

[Artikel 21#, kategori sepeda] Ada kisah menarik dalam perayaan 8 tahun bersepeda yang tahun ini jatuh pada hari Senin (23/11). Yang pertama, saya mendatangi tempat tinggalnya. Dan kedua, saya pergi ke Stasiun Tawang untuk rapid test. Sungguh perjalanan yang panjang dan rute yang lumayan jauh.

Ada kabar duka yang datang malam harinya sebelum saya bersepeda paginya. Dan karena kabar tersebut, saya harus pergi ke stasiun Tawang lebih pagi.

Selain perasaan mendadak melow, hubungan saya pun juga ribet. Saya benar-benar bucin kali ini. Padahal kata Denny Sumargo yang baru menikah beberapa hari kemarin dengan usianya yang berada di angka 39 tahun, 'lebih baik bucin setelah menikah daripada saat pacaran'.

Saya ingin menerapkan itu, tapi mungkin Denny yang terlalu banyak wanita pantas mengatakan itu. Beda kasta juga.

8 tahun bersepeda

Lupakan kebucinan saya tersebut. Mari merayakan 8 tahun bersepeda hari ini. Delapan tahun tidaklah sebentar. Hari ini saya bersyukur bahwa sepeda yang saya gunakan tetap kokoh meski tidak terawat.

Sebulanan ini berita begal sepeda ramai diperbincangkan, khususnya oleh media. Saya tahu bahwa sepeda juga memiliki harga yang fantastis, maka tidak heran orang-orang berpikir sempit mulai tertarik membegal para pesepeda.

Saya jadi ingat dari apa yang saya dengar tentang pembegalan tersebut, bahwa mereka mengincar pesepada yang memiliki sepeda yang terlihat menarik dan mahal.

Satu sisi, saya ingin bersyukur bahwa mungkin saya bukan target kejahatan andai berpikir tentang sepeda mahal. Dan sepeda saya benar-benar tidak terawat dan kotor. Apa yang mau diambil coba meski itu sepeda lipat.

...

Harinya dirayakan dengan dua sekaligus, yaitu 8 tahun bersepeda dan 9 bulan berhubungan. Meski pas 9 bulan gagal, tapi saya harap lebih sabar. 

Terima kasih, Allah SWT.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger