Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Bertamu ke Pesonna Hotel Semarang

[Artikel 97#, kategori aktivitas] Perjuangan untuk terhubung ke pihak hotel beberapa tahun lalu, berbuah manis. Padahal siapa saya saat itu yang hanya hobi menulis blog. Terkenal nggak, berpengaruh juga nggak. Tapi semua terbayar ketika perlahan-lahan bisa berkegiatan hingga diundang. Namun, semua itu hanya sesaat setelah sang aktornya pindah tempat kerja.

Aktor ? Tapi bisa juga perempuan, sebut saja pemain. 

Pemain yang saya maksud ini adalah pemasar atau bagian marketing yang menghubungkan dengan media dulunya, dan seiring waktu menghubungkan juga dengan bloger hingga pengguna media sosial (Selebgram, YouTuber dan lainnya).

Ternyata ada

Ketika mendapatkan pesan tentang seseorang yang pindah tempat kerja, saya senang mendengarnya. Tapi belum bisa mengucapkan selamat. Pikir saya nanti saat datang ke tempat kerja baru. Apalagi seseorang tersebut malah mengajak saya untuk mampir.

Beberapa tahun terakhir saya bertemu dengan banyak pemasar hotel. Mereka tentu orang baik, karena setiap pertemuan dengan mereka, selalu ada bagian pemasarannya.

Sayangnya, ketika semua sudah dicurahkan dengan alasan apresiasi karena mengajak kami (para pemilik blog), mereka kemudian pindah kerja. Dan setelah itu, hubungan baik dengan hotel juga kandas. 

Diantara sekian orang yang saya temui, ada seseorang yang ternyata umurnya masih di bawah saya. Tidak banyak pemasar dari genre laki-laki, dan akhirnya saya bertemu dengannya awal bulan November.

Selain ingin mengucapkan selamat dengan tempat barunya, juga memenuhi ajakannya yang saya anggap tulus. Ya, dia tetap ingin terhubung dengan dotsemarang. Entah apa rencananya di masa depan, saya akan membantunya bila saya mampu.

Saya tahu kapasitas saya tidak terlalu berpengaruh di Kota Semarang. Namun ajakannya untuk main ke tempat kerjanya adalah hubungan baik yang perlu diapresiasi.

Tak ada pembicaraan tentang pekerjaan, apakah kami akan bekerja sama atau saling menarik umpan agar sama-sama menguntungkan. Tidak ada.

Kami bicara layaknya sebuah rekan dan sekaligus teman tentang apa yang terjadi hari ini. Saya tahu hotel sangat terdampak semenjak koronavirus, termasuk saya sebagai pemilik blog.

Tanpa sadar pembicaraan kami cukup panjang dan saya selesai dengan hari ini. Saya tidak ingin membuang waktu dan berhenti membuat konten.

Kedua kalinya dalam setahun

Saya baru ingat, ternyata ada juga yang pindah tahun ini ke tempat baru. Bukan hanya menghubungi, tapi memberi kerja sama yang menarik. Bila di Pesonna ada pemasar pria, maka di Radja Hotel ada si Mbak yang suka bersepeda. 

Terima kasih untuk apresiasinya kepada saya yang hanya pemilik blog biasa. 
Semoga sukses dengan tempat baru.

*Hari ini, Senin siang (2/11), saya tidak bersepeda. Saya ingin menghargai waktu saja.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini