Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Channa Mereya

[Artikel 1#, kategori musik] Selasa malam (17/11), hujan mendadak turun. Tanpa sadar menjelajah YouTube dan berhenti di lagu Channa Mereya yang berasal dari film Ae Dil Hai Mushkhil yang dirilis tahun 2016. Rasanya pernah menonton film ini. Entah kenapa emosinya baru sekarang terbawa suasana.

Baiklah aku pergi
Ingatlah aku dalam doamu
Sebutlah namaku dalam ucapanmu
Simpanlah selalu kebaikanku dalam peti di hatimu.

Lirik pembuka ini mendadak menenggelamkan suasana yang diiringi suara rintik hujan. Entah kenapa, keduanya satu paket. Ditambah lagi, saya sedang merasakan sesuatu yang membuat sedih.

Pikiran berkata 'mungkin benar harus pergi'. Tidak lagi mengganggunya selamanya. Apakah saya harus berhenti membuat status di media sosial, biar dia tenang karena saya tidak berenang dipikirannya.

Menjadi pengecut adalah kalimat yang tepat, meski saya bukanlah yang sebenarnya penjahat. Andai saya diberi waktu mundur, saya tidak akan semenyesal ini menjadi dewasa yang selalu memikirkan untung ruginya bertindak.

Aku pergi dengan mengalihkan arah jalanku dari arahmu
Aku adalah cendana, aku pergi dengan meninggalkan keharumanku
Kusimpan perasaan hatiku di bawah bantalmu

Artikel terkait :

  • Belum tersedia 

Komentar

Postingan populer dari blog ini