Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pohon Jambu Hari Ini

[Artikel 18#, kategori rumah] Ada alasan bersih-bersih taman rumah hari ini, selain biasanya menyapu daun-daun yang bertebaran di tanah. Semenjak pertengahan Oktober hingga awal bulan November, buah jambu di rumah tidak dikonsumsi lagi. Itu karena ulat-ulat yang menyerang dan bersarang di dalamnya.

Pohon jambu di sana terlihat memerah bagian bawahnya. Dipandang dari jauh, terlihat menyegarkan. Namun saat didekati, lalat-lalat mulai berterbangan. Bau yang tidak enak karena pembusukan.

Akibat jarang dipetik karena tidak bisa dimakan, buah-buahnya sering jatuh. Ditambah awal bulan November musim penghujan yang turun beserta angin.

Mau tidak mau, tiap pagi hari setelah bersepeda harus mengambil sapu lidi. Jalanan sekitar pohon bertebaran buah jambu. Ada yang sudah penyet karena dilindas ban mobil, dan ada yang masih utuh hingga terbelah.

Setiap hari dibersihkan, akhirnya menumpuk. Dan itulah salah satu penyebab mengapa lalat-lalat pada berdatangan. Ini menakutkan, apalagi musim penghujan. Semoga tidak jadi sumber penyakit dan membawa bau busuk yang menusuk.

Bahkan buah jambu yang dibanggakan karena konsisten berbuah dan rasanya manis dengan warnanya yang merah, hari ini, tidak ada satu pun buahnya yang diambil. Ada pun, beberapa dan itu tidak lagi.

Seperti kehidupan saja, kadang bahagia dan kadang menderita.

*Ternyata saya sudah menulis tentang buah jambu yang membusuk sejak bulan September. Itu berarti sudah hampir 2 bulan, buah jambu belum juga menjadi seperti semula.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini