Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

September, Pohon Jambu Buahnya Busuk Semua

[Artikel 5#, kategori buah] Saya tidak mengerti kenapa terjadi. Memang ini bukan kali ini saja, tapi bulan September ini rasanya paling parah. Karena buahnya benar-benar berlimpah. Sayang pas dibuka, dagingnya busuk.

Suara binatang semacam lebah terdengar nyaring sedang menyedot sari di kelopak bunga saat pagi hari. Apakah itu tawon/lebah? Karena bila itu lalat, rasanya tidak mungkin.

Pohon jambu di samping rumah paling sering berbuah diantara pohon lainnya yang ditanam. Terakhir pohon jambu ini berbuah pada bulan Juli. Saat itu benar-benar berlimpah juga, dan saya membagikannya ke beberapa tetangga.

Tidak ada tanda-tanda sebenarnya mengapa kali ini daging buah jambu busuk, sampai-sampai berulat. Pohonnya berbuah sendiri seperti biasanya.

Sangat disayangkan sekali, ketika pandemi kali ini yang butuhnya hemat, terpaksa gigit jari. Andai buahnya seperti biasanya, saya ingin memberikan kepada dia. 

Saya sering menceritakannya kepadanya. Tapi sayang, kali ini pun ia tidak dapat menikmatinya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini