Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

[Dibalik Layar] Kegiatan Dinas Kesehatan Kota Semarang di Bandungan

[Artikel 12#, kategori Dibalik Layar] Ketika mendapat kesempatan bisa mengikuti kegiatan Dinas Kesehatan Kota Semarang di Bandungan bulan Oktober, saya tak ambil pusing bagaimana perjalanannya ke sana. Selama saya bisa dan waktu tersedia untuk ikutan, saya langsung ambil. Keputusan tersebut seketika mengeluarkan ide untuk menggunakan transportasi umum semacam Bus Trans dan ojek online (ojol).

Satu hari berselang sebelum esoknya pergi, saya dan lainnya yang kebanyakan awak media (wartawan), datang ke Puskesmas Pandanaran yang bangunannya jadi satu dengan Dinas Kesehatan Kota.

Di sana, kita akan Rapid Test. Itu adalah syarat untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 16-17 Oktober 2020 di Hotel Griya Persada Bandungan. Ternyata blogernya selain saya, ada satu orang lagi. Hanya ada 2 orang saja rupanya yang berpartisipasi.

Syukurlah ada tumpangan

Saya benar-benar bersyukur, langkah mengikuti kegiatan DinKes Kota Semarang sangat baik. Pemilik website Semarang yang sangat populer di mesin pencari mengajak bareng saja ketimbang saya naik bus dan ojol nantinya setelah saya bercerita kepadanya.

Tentu kesempatan tersebut tidak saya sia-siakan. Saya sangat berterima kasih sekali kepada dia yang mau mengajak. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada saya esok hari bila tidak diajak. Mungkin sangat kerja keras dari biasanya yang hanya bersepeda sehari-hari.

Sepertinya tidak ada Ojol

Entah apakah ini hanya perasaan saya saja. Dari awal berangkat dan pulang, tidak menemukan sama sekali Ojek Online yang biasanya mudah dikenali dengan warna hijaunya selama perjalanan ke arah Bandungan dari titik awal pintu masuk Bandungan. Termasuk balik pulangnya.

Ini benar-benar mencemaskan andai saja saya tidak ada yang mengajak bareng perginya. Pengalaman pertama yang bakal membuat menderita tapi terkadang membawa banyak konten. Saya pikir akan mendapatkan hal tersebut (konten).

Mungkin saja ada, bila mau pesan dengan harga yang terbilang mahal. Semisal dari Semarang menuju Bandungan. Tapi, saya bukan tipe orang yang menghabiskan sebanyak itu dalam dompet. 

...

Saya tiba di hotel Griya Persada Bandungan dengan aman sentosa dan langsung menuju ruangan acara. Masih sepi, sambil melirik Kepala Dinas yang sudah berada di depan sambil berlaptop ria. Perlahan-lahan orang-orang mulai berdatangan.

Meski kali ini tidak banyak pengalaman yang ditorehkan, saya tetap bersyukur bahwa ada orang baik yang masih peduli dengan saya. Saya harap dia mendapatkan banyak balasan untuk kebaikannya. Sehat terus, mas. Amin.

Kecemasan terhadap koronavirus memang sejatinya juga menakutkan, tapi saya malah cemas nggak dapat ojol. Piye, sih!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini