Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Akhir Bulan Maret 2024 Kembali Pergi Ke Jogja

[Artikel 14#, kategori Jogja] Akhirnya mereka kembali seperti yang sudah diberitahukan awal tahun sebelumnya. Namun yang tidak disangka adalah kedatangan mereka lebih cepat dari rencana yang saya bayangkan. Pemilik rumah datang, bersiap dengan waktu yang tidak santai.

Sabtu menjelang siang (30/3), saya kembali ke Jogja menjemput keluarga. Kali ini yang jemput agak lengkap karena si bungsu juga ikutan. Tumbenan, tapi bersyukur jika saya lelah nanti dalam perjalanan, bisa gantian nyetir jadinya. Meski kenyataannya saya tidak terganti.

Bandara Jogja

Semakin sering ke bandara baru Jogja yang jaraknya butuh 2 jam apabila pergi dari pusat kotanya. Sedangkan dari Kota Semarang, saya butuh waktu maksimal 3-4 jam. Tergantung kecepatan di jalan dan macet kendaraan.

Selama perjalanan, semuanya lancar. Meski begitu saya tetap menggunakan peta online sebagai petunjuk jalan. Oh ya, saya punya tips agar hape seperti Zenfone 5 yang suka panas bagian belakangnya ini bisa tetap adem meski dicolokan ke layar mobil.

Buka puasa di Jogja

Setelah menunggu kedatangan, akhirnya kami semua balik ke Jogja. Saya sudah menyiapkan perlengkapan apabila harus nginap nantinya. Untunglah, ternyata tidak. 

Karena sudah sore, kami langsung bergegas mencari tempat untuk berbuka puasa di salah satu tempat andalan pemilik rumah apabila sedang berada di Jogja. Ya, warung makan Cak Koting.

Untung suasananya tidak membludak seperti kebanyakan apabila menjelang berbuka puasa. Masih ada tempat duduk untuk kami dan bahkan, ada yang masih kosong.

Barang ketinggalan

Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan menuju apartemen pemilik rumah. Mungkin karena alasan sedang diperbaiki, makanya kami tidak jadi nginap. 

Namun yang menggelikan adalah kejadian barang tertinggal. Saya tidak tahu harus berkata apa-apa karena bukan saya juga yang melakukannya. Entah kenapa saya tetap salah untuk ini karena dianggap memberi informasi salah. Saya juga bingung dengan kondisi ini.

...

Kami akhirnya tiba kembali di rumah Semarang pada jam setengah 12 malam. Perjalanan yang sangat panjang dan alhamdulillah semua berjalan lancar. Apakah kehidupan saya akan berubah 180 derajat usai kedatangan pemilik rumah?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini