Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pekan 27: Valencia 2-2 Real Madrid, Pada Kacau Semua

[Artikel 50#, kategori Real Madrid] Pertandingan yang dilangsungkan Minggu dini hari ini (3/3), berbarengan dengan bertambahnya usia dotsemarang yang sekarang menjadi 14 tahun. Rasanya ada kebahagiaan tersendiri yang akan saya nikmati. Namun, semua tidak seperti yang saya bayangkan.

Bertandang ke Stadion Mestalla, Real Madrid dibuat pusing dengan strategi permainan Valencia. Tim kelelawar hitam ini sekarang menjadi tim semacam Atletico Madrid. Banyak memainkan intrik demi mendapatkan kemenangan.

Kebobolan 2 gol

Saya pikir tim bisa memenangkan pertandingan kali ini dengan mudah, ternyata susah. Kehadiran Bellingham yang usai cedera beberapa waktu tidak tampil, rupanya hanya sedikit berpengaruh dalam pertandingan. Termasuk kehadiran Rudi yang juga tidak lebih baik untuk membantu Lunin di belakang.

Gestur melawan rasis

Madrid babak pertama begitu hancur oleh strategi jitu Valencia. Kesalahan Vini yang mencoba membantu pertahanan malah membuat tuan rumah unggul. Lunin tidak berdaya di menit 27 usai gol Hugo Duro yang sepertinya tidak sengaja menyentuh bola hasil umpan rekannya.

Gol kedua Valencia juga lagi-lagi buah kesalahan pemain sendiri. Adalah Carvajal yang tumben-tumbennya melakukan blunder dengan bermaksud mengirim umpan ke Lunin, malah bolanya disamber pemain Valencia. Gol kedua diciptakan Roman Yaremchuk di menit 31.

Panik nggak? Tentu saja. Apalagi strategi permainan Valencia belum juga terbongkar. Mereka lebih dari yang diharapkan.

Vini yang melakukan kesalahan dan terisolasi selama hampir selesai babak pertama, akhiirnya memperkecil skor menjadi 2-1 menit ke 45+5. 

Seharusnya Madrid menang

Jika kamu bukan penggemar Real Madrid tapi ingin menyaksikan pertandingannya, maka nontonlah mereka main sampai menit terakhir. Mau seburuk apapun Real Madrid, semua akan berubah. Jika tidak, anggap saja kamu kurang beruntung.

Lanjut babak kedua, ada harapan bahwa Real Madrid akan tampil lebih baik. Biasanya babak kedua, Madrid menunjukkan mentalnya sebagai tim terbaik di muka bumi ini.

Beberapa pergantian pemain dimasukan, demi mengubah jalannya pertandingan yang mentok begitu-begitu saja. Dan Hasilnya, menit 76, Vini sukses mencetak gol keduanya lewat sundulan usai mendapatkan umpan lambung dari Brahim yang baru masuk.

Skor kembali imbang menjadi 2-2. Apakah ada kesempatan untuk berbalik unggul? Ada! Menit 90+, sebuah kontroversi terjadi yang dilakukan wasit. Kami semua mengecamnya karena bola yang masih ada di dekat gawang Valencia malah dihentikan.

Ya, wasit meniup peluitnya yang menandakan pertandingan selesai. Namun, Real Madrid masih dalam kondisi menyerang dan bola berhasil dikirim ke jantung pertahanan Valencia. 

Pada protes, sampai-sampai Bellingham dapat kartu merah

Bellingham yang kurang bersinar selama pertandingan sukses menyundul umpan yang dikirim Brahim. Itu bola masuk ke gawang. Namun per-sekian detik, wasit malah meniup peluitnya dan tidak mengesahkan. 

Semua mendadak kacau, kisruh dan emosi. Wasit melakukan kesalahan terbesarnya sebagai pengadil lapangan. Seharusnya ia menunggu bola keluar dulu atau sedang tidak menyerang.

Pemain Valencia patah kaki

Sebelum pertandingan berakhir, ada adegan yang membuat miris semua mata orang yang sedang menyaksikan. Bahkan, pemain Madrid dan Valencia terlihat sedih, gelisah dan merasa bersalah.

Adalah Mouctar Diakhaby, pemain belakang Valencia yang mengalami insiden patah kaki di menit 87. Dia ingin menghalangi bola yang akan dipegang pemain Madrid. Namun naas, kakinya ketimpa tubuh Tchouameni yang terjatuh.

Tentu, kesalahan jatuh dan posisi mereka membuat pertandingan dihentikan sementara. Sedih juga melihat Diakhaby. Entah gimana nasibnya, berapa lama ia akan pulih kemudian?

Live pertandingan Real Madrid via Threads

Saya menontonnya lewat streaming dan berbagi di Threads jalannya pertandingan. Banyak kejadian yang tidak saya tulis di halaman ini bisa kamu temukan dengan mengklik postingan di bawah ini.

Post by @asmaridexter
View on Threads

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini