Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Hari Selasa, Akhirnya Bersepeda Lagi

[Artikel 134#, kategori futsal] Untunglah, langit malam ini (23/1) cerah banget. Setelah sekian lama tidak memakai sepeda, akhirnya kembali memakainya. Sepeda yang sudah tak terurus tersebut masih bisa berjalan normal.

Tidak ada pilihan kali ini semenjak si bungsu memakai sepeda motor usai si merah dijual. Mau tidak mau, dampaknya ke saya yang kembali ke kehidupan di mana sepeda jadi andalan.

Makan nasi kucing

Tentu, saya bahagia lagi dengan keadaan ini, meski tubuh akan digerakkan 2 kali lipat. Bersepeda ke tempat futsal sudah biasa saya lakukan. Jadi, tidak masalah.

Sebelum menuju tempat futsal, saya menyempatkan makan di angkringan terlebih dahulu. Entah kenapa perut terasa kosong malam ini.

Kembali sehat dengan sepeda

Semua memiliki takdirnya. Saya kembali bersepeda seolah mengingatkan bahwa tubuh saya sudah terlalu malas setahun belakangan.

Mungkin dengan cara ini, saya harus bersepeda. Tak peduli cuacanya apabila sedang jadwal bermain futsal, pokoknya gasss.

Saya menyadari menggunakan sepeda motor berarti saya harus siap mengeluarkan uang untuk biaya bahan bakar. Padahal saya ingin hemat. Baiklah, mari kita coba tahun ini dengan bersepeda.

...

Tangan kanan saya sedikit cedera kali ini karena berusaha menahan bola kencang yang ditendang rekan saya selama pertandingan. Sepertinya saya salah antisipasi saat jadi kiper.

Lagi-lagi mengatakan beruntung bahwa cederanya tidak begitu serius. Jika sampai parah, saya bingung mau pulang soalnya. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini