Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pekerjaan Baru di Rumah, Nyiramin Rumput Jepang

[Artikel 61#, kategori rumah] Yuk, dipasang rumputnya kata pemilik rumah usai siangnya (3/1) sebelumnya membeli rumput Jepang. Rumputnya yang sudah diturunkan dari kendaraan sebelumnya masih terikat di dekat taman rumah. Sepertinya ada pekerjaan baru yang akan saya lakuin ke depannya.

Pemilik rumah begitu antusias membeli rumput Jepang yang akan menambah daya tarik lingkungan rumahnya semenjak direnovasi. Apalagi belinya tidak sedikit, cukup banyak untuk menutupi halaman belakang dan depan.

Siram rumput

Ketika akhirnya pemilik rumah dan keluarga besar pulang, saya sedikit tenang dalam pikiran karena saya bisa beristirahat total di dalam kamar.

Tapi, mereka meninggalkan saya dengan pekerjaan baru di rumah. Saya bukan ahli dalam mengurusin taman. Namun jika hanya untuk bersih-bersih, saya sering melakukannya.

Menyiramin taman sepertinya pekerjaan mudah juga. Meski begitu, itu menambah kekhawatiran saya. Apakah rumputnya akan bertahan dan tumbuh? Atau sebaliknya? Yang patut disalahkan bila nanti gagal adalah saya pasti. Dilema jadinya.

Beberapa hari hujan di Kota Semarang cukup membuat saya bersantai karena tidak perlu menyiram. Saya bisa fokus sebentar dengan aktivitas saya di depan komputer jika begini terus.

Yah, semoga saja semua baik-baik saja. Kasihan pemilik rumah yang sudah semangat 45 membeli rumputnya. Bahkan, beliau menanamnya dengan tangan sendiri.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini