Catatan

Pria (Tidak) Berharga

Gambar
Saya melihat teman lama yang perutnya membuncit sedang menggendong anaknya. Terlihat senyumnya yang lepas seakan mengatakan bahwa dialah yang paling bahagia di dunia ini. Sebuah pesan kepada para lelaki bahwa ia sudah tiba digaris akhir seorang pria sukses. Lalu, kapan kamu? Entahlah, saya juga bingung mengapa saya berjalan tidak pada semestinya seperti para pria lainnya yang kerap kali membagikan momen-momen bahagianya dengan pasangan dan anak kesayangannya. Memiliki istri yang rupawan, apalagi setia, cakep tuh disebut keluarga kecil yang bahagia. Inilah kekurangan pada diri saya yang mengaku hebat dalam konsistensi, tapi sulit ekonomi. Pria (tidak) berharga Saya kembali memulai perjalanan baru sebagai pria yang kini menginjak usia 38 tahun. Apa yang akan terjadi sepanjang tahun, saya harap itu sangat berharga.  Di umur sekarang ini, saya percaya bahwa 'laki-laki sukses ada keluarga dibelakangnya yang hebat'. Saya merenung sesaat, andai saja saya bisa kembali mengulang waktu s

Wanita Bermain Futsal, Sungguh Idaman

[Artikel 133#, kategori futsal] Futsal hari Selasa malam (16/1) tampak beda. Seorang perempuan berambut panjang yang terlihat cantik mencuri perhatian kami. Saat saya ingin pergi karena selesai bermain, kami berpapasan. Senyumnya sungguh membuat saya terkesan.

Sangat jarang ada perempuan bermain futsal saat saya bermain tiap Selasa malam semenjak tempat ini buka untuk pertama kalinya. Apalagi ia bermain, meski campur dengan para pria. Saya harap dia tidak apa-apa, khawatir cedera.

Wanita futsal, idaman?

Siapa tidak terpesona dengan paras wajahnya yang memang mempesona. Bahkan, beberapa rekan futsal juga menahan diri untuk pulang demi menyaksikannya bertanding.

Saya pun tentu tidak ketinggalan. Saya merekamnya, meski malu-malu karna khawatir itu mengganggu. Dari sisi skill memang ia biasa. Tapi tetap saja ia yang paling menonjol di antara pemain.

Saya pernah bermimpi suatu saat memiliki kekasih yang bisa bermain futsal. Rasanya itu luar biasa karena bukan saja mendukung dari sisi hobi, tapi juga wanita yang berolahraga selalu terlihat seksi.

Andai saja mimpi itu menjadi kenyataan, saya pasti sangat bangga. Beberapa rekan futsal terkadang membawa pasangannya meski hanya menonton. Terkadang iri juga, saya selalu ingat diri saya di waktu dulu yang pernah melakukannya juga.

...

Saya berhasil mem-follow si wanita di Instagram. Saya masih berusaha menjaga jarak untuk tidak terlalu agresif. Saya sadar diri di usia seperti ini. Secantik itu, tentu tidak mungkin hanya saja saya berusaha mendekati.

Saya harap ada kesempatan bisa bermain dengannya dan mengenal lebih jauh. Entah, Tuhan apakah memberi restu atau hanya sebagai penonton saja yang selalu melihat stories-nya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Istilah Cinephile

[Review] One Day, Film Korea Tentang Pertemuan Pria dengan Wanita Koma yang Menjadi Roh