Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Malam Mingguan di Bandara Semarang

[Artikel 64#, kategori rumah] Kali ini tidak seperti malam minggu lainnya yang biasanya dihabiskan di dalam kamar saja. Ada orang rumah yang kembali pulang usai awal tahun sempat pulang kota Samarinda. Saya senang bisa ke bandara lagi pikir saya, namun malah niatnya kalah!

Istri si bungsu kembali bersama putri cantiknya. Lumayan 2 minggu tanpa mereka di rumah, suasana sepi membuat perasaan saya nyaman. Tidak perlu khawatir tentang apa pun di rumah, saya bisa melanjutkan kesenangan saya akhirnya. Yaitu, malas-malasan.

Malam minggu di bandara

Saya tiba di bandara lebih awal, Sabtu sore (20/1). Jika sesuai jadwal yang tertera di tiket, keduanya akan tiba di Kota Semarang pukul 7 malam. Lumayan nunggu 2 jam di sini.

Tentu, saya punya alasan sendiri kenapa begitu cepat datangnya. Jika tidak ada momen jemput begini, mungkin saya tidak akan ke bandara. Jadi, sekali dayung dua pulau terlampaui. Maksudnya kenapa nggak sekalian saya cari bahan buat tulisan atau konten.

Suasana bandara dari sore hingga malam cukup ramai. Tiap kedatangan, pasti suara orang-orang seperti sedang berada di pasar. Ada yang jemput sendiri, ramai-ramai hingga satu rombongan lengkap. Saya? Sendiri saja.

Niat mengambil konten mendadak sirna karena mood saya berubah. Padahal dari rumah sangat niat sekali akan begini dan begitu. Entahlah kenapa, saya juga bingung.

Untunglah ada momen kecil yang membuat akhirnya saya keluar dari mobil. Ah, itu saya kebelet ingin pergi ke kamar mandi. Lumayan dapat beberapa foto dan masuk ke salah satu gerai oleh-oleh saat berada di dalam ruangan gedung bandara.

Saya jadi ingat sebuah postingan di X tentang pertanyaan di mana malam mingguan yang rekomendasi di Kota Semarang. Karena kebenaran saya ada di bandara, saya jawab 'bandara'.

Kapan lagi bisa kencan anti mainstream. Kencan di bandara bukan saja unik dan seru. Tapi juga berbeda dari biasanya. Toh, kalau lapar ada tempat makannya. Kalau ingin ngopi, ada juga. Mau lihat pemandangan, juga ada. Lihat langit begitu luas dengan atribut pesawat jika kelihatan. Menyenangkan rasanya.

Tidak terasa waktu berjalan cepat juga. Mereka akhirnya tiba juga. Sepertinya selesai menikmati malam minggu di bandara Semarang. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini