Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Resolusi 2024 : MU Ganti Pelatih

[Artikel 129#, kategori MU] Saya rasa sudah cukup bersabar dengan kepemimpinan Erik ten Hag. Ia memang bagus sebagai pelatih, tapi ini Manchester United. Klub yang tidak sedang berproses seperti jamannya Alex Ferguson. Tapi klub yang sangat besar. Selain itu, ETH punya banyak dosa besar yang tidak akan dimaafkan oleh sebagian besar penggemar.

Lucu juga menulis resolusi tahun ini. Apalagi tentang MU. Nama besarnya benar-benar tenggelam. Tak ada lagi rasa hormat dari penggemar atau bahkan lawan. Seakan MU sudah tidak betaring lagi untuk menguasai Eropa. Eh, jangankan Eropa. Liga saja masih terseok-seok.

Pecat ETH

Jujur, saya memiliki dendam tersendiri terhadapnya. Memang dari sisi manajer (pelatih), beliau ini bukan kaleng-kaleng. Namun untuk personal dalam mengatur pemain, ia sangat buruk.

Kepergian Ronaldo hingga De Gea adalah titik awal ketidaksukaan kepadanya. Awalnya mungkin ia berhak karena tugasnya dan juga posisi Ronaldo yang sudah berumur. 

Seiring waktu, performa tim ternyata sama saja dan bahkan jeblok. Keputusan yang salah yang ia ambil karena kurangnya sabar. Entah kenapa orang-orang disekitarnya tidak ada yang mengatakan untuk tidak terburu-buru ambil keputusan.

Apapun hasilnya nanti, kompetisi selesai, saya harap resolusi saya bisa tercapai. MU punya pelatih baru. Keluarkan Erik, mengapa harus mempertahankan disaat dulu Mourinho yang memberi banyak piala juga dipecat.

Saya mencintai klub ini semenjak saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Era keemasan David Beckham hingga Cristiano Ronaldo begitu indah. Saya menginginkannya memori itu kembali.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini