Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pria Muda, Kamu Harus Bekerja Keras Agar Punya Banyak Uang

[Artikel 76#, kategori motivasi] Saya terlibat obrolan ringan dengan rekan futsal saya yang masih berusias 24 tahun. Orangnya kalau main futsal terbilang hebat. Punya motivasi hidup dan ia sedang berusaha untuk menjalani hidup lebih baik lagi.

Selasa malam (16/1), saat saya sedang mempersiapkan diri memakai peralatan futsal, saya mengajak ngobrol dengan rekan sesama futsal. Suasananya juga masih sepi, sepertinya kami kecepatan datang.

Uang adalah segalanya

Sebagai pria yang sudah melewati usia 20-an dan sekarang menikmati usia 30-an, uang adalah segalanya menurut saya. Apalagi kita bukan dari kalangan keluarga kaya yang mampu menopang saat kita sedang butuh.

Di blog ini, saya sudah beberapa kali menuliskan betapa pentingnya uang. Memang uang bukan segalanya, tapi dengan memiliki uang, kita lebih berguna dan menjadi kuat.

Saya tahu rekan saya ini tidak perlu dimotivasi lagi karena semangatnya yang saya juga kagumi. Hanya saja saya ingin membagikan hal yang hanya dirasakan pria seperti saya yang berusia 30-an. Apalagi kami memiliki latar belakang sama, tidak didukung kemampuan finansial keluarga yang besar.

Tahun 2024, cari kerja

Jika memiliki kesempatan untuk bisa memutar waktu ke belakang, mungkin saya akan memilih mencari kerja yang punya gaji bulanan ketimbang menjadi bloger.

Di usia 30-an, saya tidak bisa mengandalkan blog sebagai tujuan hidup. Rekan saya ternyata akhir tahun kemarin sudah keluar dari pekerjaannya. Dan sekarang masih sedang menunggu panggilan usai melamar di beberapa tempat.

Niatnya ingin bekerja memang sangat kuat. Ditambah latar belakangnya yang semakin memotivasinya. Saya ingin menghiburnya dengan pilihan mengapa tidak menjadi pengusaha atau pembuat konten yang sedang ramai seperti sekarang.

Sayangnya, karakteristik generasi Z yang pernah saya rasakan dari adik bungsu saya ternyata sama. Jawabannya hanya sederhana 'tidak punya modal'. Mendengar itu, saya langsung berhenti.

Apalagi suasana lapangan juga sudah ramai oleh rekan-rekan lain. Sangat sulit untuk melihat perbedaan anak generasi Z memang. Mungkin karena belum tahu caranya saja dan tidak ada yang mengarahkannya saja. 

Mari bermain futsal saja.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini