Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Serangan Flu

[Artikel 45#, kategori kesehatan] Sepertinya kelelahan hari Kamis usai futsal sangat berpengaruh pada performa tubuh. Tantangan terbesar pekan ini, serangan flu. Butuh 2 hari untuk pulih. Sesuatu yang tidak disangka-sangka.

Bagi saya, terkena flu tidak mengenakkan. Apalagi harus meminum obat pereda flu-nya. Minum obat yang biasa, nggak bisa cepat sembuh. Mau tidak mau minum yang super efektiif. Hasilnya, ngantuk yang luar biasa sulit ditahan.

Serangan flu ini yang pertama tahun 2024. Dan terjadi pada hari Minggu kemarin (14/1) hingga Senin (15/1). Bahkan, sampai hari ketiga pun masih terasa serangannya.

Jika dibawa dengan beristirahat saja bisa reda, saya menginginkannya seperti itu. Namun itu tidak bisa. Saya harus mengurusin dotsemarang. Yang paling sulit adalah harus menulis. Saya benar-benar terganggu kali ini.

Blog dotsemarang tidak saya atur untuk dibuatkan tulisan draft. Saya tulis hari ini, maka saya publish hari itu juga. 

Mengapa saya bisa terus menulis setiap hari? Karena ide-idenya ada banyak, namun hanya sekedar ide. Belum dieksekusi dalam bentuk artikel.

Serangan flu ini membuat semuanya tidak baik-baik saja. Semoga saja ini tidak terjadi lagi karena sangat mengganggu aktivitas.

📝 Gambar : Ilustrasi

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini