Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mendadak Ke Boyolali

[Artikel 114#, kategori aktivitas] Awal bulan Mei, di akhir pekan sudah harus keluar kota. Entah kenapa kerabat sukanya kasih kabar selalu mendadak. Untungnya saya fleksibel, sehingga bisa siap apabila memungkinkan.

Sabtu pagi (4/5), saya menemani istri kerabat yang anaknya mengikuti studi tur bersama Sekolahnya. Anak kerabat sendiri masih TK dan pengalaman kali ini yang pertama buatnya pergi berwisata sambil mendapatkan edukasi.

Boyolali

Karena rombongan murid harus satu bus dengan guru-guru, orang tua yang mengikuti terpaksa berkendara dengan kendaraan lain. Tujuannya kali ini adalah Boyolali, Kota yang dikenal dengan Kota Susu.

Meski cukup familiar karena beberapa kali kunjungan wisata, tetap saja masih dibilang asing. Map masih menjadi andalan yang kali ini diarahkan ke lokasi dimana acara studi tur berlangsung.

Ekowisata Taman Air adalah tempat yang kami tuju. Dalam perjalannya sendiri, kami terpisah dengan rombongan. Padahal berangkatnya ngintilin dari belakang.

Saya yang bertugas sebagi driver hanya mengikuti intruksi saja. Satu sisi memang mengganggu aktivitas harian di depan laptop, satu sisi saya punya bahan baru buat konten nanti.

Saya tak menyangka tempat tersebut sangat ramai kunjungan Sekolah-sekolah seperti yang dilakukan anak kerabat ini. Sepertinya tempat ini memang rekomendasi buat para guru-guru membawa muridnya belajar dan berwisata.

Suasananya memang alam banget. Ada banyak wahana air. Tiap beberapa jam, selalu ada Sekolah yang diarahkan oleh panitia tempat acara untuk bermain layaknya studi tur.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan siang hari. Kami kembali menuju pulang. Karena bisa dibawa pulang, anak kerabat bersama kami dalam perjalanannya.

Akhir pekan cukup menyenangkan kali ini. Sesekali keluar dari kamar untuk menikmati suasana baru. Setiap perjalanan, pasti memiliki cerita yang bisa dikenang. Eh, ditulis di blog nantinya.

Ditunggu postingannya di blog.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini