Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ayam Goreng yang Sangat Lezat di Akhir Bulan Juni

[Artikel 18#, kategori kuliner] Kita tidak tahu apa yang terjadi esok hari, akan datang atau masa depan. Setidaknya, hari ini kita telah berusaha untuk menjalani hari demi hari dengan kemampuan yang bisa. Sesuatu yang tidak disangka terjadi pada saya. Ayam goreng yang terasa nikmat di akhir bulan Juni.

Setelah beberapa minggu makan seadanya karena keuangan yang cekak, mendadak saja si bungsu yang menghabiskan waktunya tidak di rumah mengajak makan malam. Pekerjaannya yang banyak di rumah sakit memang sulit, ketemu di rumah saja hanya beberapa menit.

Namun entah kenapa kali ini mendadak ngajak makan malam bersama. Padahal sudah tahu, saya anti makan malam karena demi menjaga pola makan yang selama ini saya yakini. Cukup 2 kali sehari.

Ayam goreng 

Wah, mereknya familiar nih dan sudah saya posting di blog dotsemarang. Saya tidak menyangka akan menikmatinya lagi yang biasanya hanya bisa saat kedatangan keluarga pemilik rumah.

Bukan hanya 1 ayam goreng, ada 2 rupanya. Bisa nih buat sarapa saya pikir. Karena beberapa waktu belakangan saya hanya makan tempe dan timun sebagai teman nasi, makan ayam goreng kali rasanya sangat lezat.

Saya sangat bersyukur sekali karena akhir bulan Juni ditutup dengan hidangan mewah seperti ini. Perasaan saya seperti orang yang berpuasa dari pagi hingga sore, lalu malamnya bisa makan.

...

Setelah menderita belakangan ini karena keuangan yang apes, kedatangan ayam goreng ini seperti melepas semua kerangkeng yang menutupi diri saya selama ini.

Sungguh, hari yang luar biasa meski hanya sesaat saja. Terima kasih, broh! Senang bisa ditraktir lagi. Sehat selalu buatmu dan bahagia buat keluarga kecilmu.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini