Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mendadak Ke Malang

[Artikel 117#, kategori aktivitas] Meski bukan kali pertama ke Malang, perjalanan kali ini terasa lebih berarti. Saya berangkat bersama kerabat dan ini dilakukan malam-malam dengan berkendara. Pertama kalinya ke Malang melewati tol mengendarai kendaraan pribadi.

Jumat malam (14/6), perjalanan itu dimulai. Saya sudah cukup menabung jam tidur mengingat malam saya jarang beraktivitas dan selalu menjaga pola tidur. Jadi ini semacam tantangan.

Acara pernikahan

Pagi hari sebelum malamnya kami berangkat, saya diberitahu menemanin si kerabat pergi ke Malang. Ia dan istrinya akan pergi menghadiri acara di sana. Teman si kerabat ada yang menikah di Malang katanya.

Saya disuruh menemanin karena selain perjalanan dilakukan dengan kendaraan sendiri, jarak tempuhnya lebih panjang ketimbang pergi ke Jogja.

Dan alasan lainnya juga karena selang acara pernikahan, istri kerabat dan anaknya akan pulang ke Samarinda lewat penerbangan di Surabaya.

Istri kerabat pulang

Dulu, mungkin saya akan mikir-mikir jika diajak perjalanan jauh. Apalagi kali ini bakal lebih dari 3 jam (jarak tempuh ke Jogja biasanya). Namun saya belajar dari sebelum-sebelumnya, jika perjalanan akan selalu ada hikmah untuk ditulis pastinya.

Saya tahu akan menderita nantinya. Terutama bagi dotsemarang yang harus ditinggalkan. Memang saya tetap membawa pekerjaan (laptop) saya dalam perjalanan, namun saya tahu jika keluar bukan acara bloger, saya akan bertarung dengan waktu.

Momen iduladha sepertinya menjadi momentum sang istri pulang. Entah kenapa saya merasa lega, itu artinya rumah akan kosong. Kekhawatiran terhadap situasi rumah memang terus menghantui semenjak 2 tahun belakangan saat sang istri akhirnya memutuskan tinggal.

📷 Gambar di atas adalah momen saat sudah di Malang pada hari Sabtunya. Itu adalah angkot dengan fly over yang berada di jalan Ahmad Yani, Malang.

...

Terkahir ke Malang saat acara bloger. Jika tidak salah diundang oleh tuan rumah yang saat itu komunitas bloger masih menarik-menariknya. Namun saya sudah nyari di mana artikelnya, sepertinya sudah kehapus atau tertinggal di laman blogdetik.

Postingan di bawah tahun 2015 kebanyakan tidak terangkut ke blogspot. Yasudahlah, mari menikmati perjalanan kali ini (2024). Seberapa sibuk saya nanti dan apa saja oleh-oleh yang bisa saya bawa ke blog dotsemarang dari Malang ini?

Momen perjalanan kali ini juga berbarengan dengan pembukaan event EURO 2024. Jerman jadi tuan rumah dan membuka pertandingan Sabtu dini hari (15/6) saat kami sedang berada di jalan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini