Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Iduladha 1445 H

[Artikel 15#, kategori Lebaran] Suara takbir yang selalu dirindukan begitu terasa sampai dalam sanubari. Meski suasana rumah agak sepi kali ini, niat sholat id selalu membuncah. Sampai-sampai bingung menentukan di mana tempat untuk sholatnya kali ini.

Haha... saya tertawa dalam hati ketika langkah pasti kami, saya dan si bungsu (pemilik rumah) berjalan menuju tempat sholat yang tak jauh dari tempat tinggal kami. 

Ini alasan saya tertawa. Sholatnya sudah selesai kata orang yang saya kenal sedang berbincang dengan beberapa orang di depan kami. Tuh, kan telat. 

Tidak mengikuti niat dalam hati

Akhirnya langkah kaki kami putar kembali menuju rumah. Haha.. saya masih tertawa karena bukan saja gagal sholat, tapi juga gagal mengikuti kata hati yang menganjurkan saya seharusnya pergi sholat id ke Simpang Lima.

Alasan telat sebenarnya karena menunggu si bungsu yang telat bangun. Mungkin dampak dari si istri yang tidak bersamanya karena pulang ke kota Samarinda. 

Beberapa kali lebaran, ada kedatangan keluarga, sehingga semangatnya ada. Kali ini sangat berbeda dan semangat itu sedikit mengendur. Akhirnya saya ikut terdampak.

Andai saja saya mengikuti kata hati seperti tahun-tahun sebelumnya yang pergi sendiri memakai sepeda, mungkin berbeda cerita.

Presiden sholat di Simpang Lima

Perasaan salah saya semakin besar karena ada Presiden sholat di Simpang Lima. Saya benar-benar seperti kena pukulan hook dalam tinju yang bertubi-tubi.

Andai saja...andai saja. 

Menyesal selalu belakangan. Jika saya bisa sholat di sana, tentu pengalaman kali ini bisa lebih menarik untuk saya tulis di blog.

Suasana Presiden Jokowi sholat id di Simpang Lima sudah saya posting di blog dotsemarang. Artikelnya ada di bawah nanti. Gambar-gambarnya diambil dari akun Instagram resmi beliau.

...

Iduladha tahun 2024 jatuh pada hari Senin, tanggal 17 Juni. Kali ini ada alasan untuk tidak futsal karena ada momen lebaran. Suasana di rumah sangat tenang dan saya menyukainya. Mari berjumpa tahun depan lagi. Dan tentu, tidak telat lagi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini