Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Iduladha 1444 H

[Artikel 13#, kategori Lebaran] Kehangatan yang dirasakan lebaran idulfitri kemarin kembali dirasakan saat lebaran iduladha tahun 2023 ini. Keluarga utama pemilik rumah seperti sebelumnya yang saya ceritakan, mereka merayakannya di rumah Semarang.

Saya masih ingat iduladha tahun lalu (2022), saya melaksanakan ibadah sholat id di Masjid Kauman. Suasana rumah masih sepi dan saya menyukainya.

Penuh kehangatan

Entah mengapa saya melihat tahun 2023 ini penuh dengan kehangatan. Apakah karena anak bungsu dan keluarga kecilnya yang semenjak tinggal di rumah menarik keluarga utama untuk terus berdatangan. Atau memang tahunnya yang menyenangkan.

Satu sisi, saya sedikit menyukainya karena lebaran penuh makna. Meski tubuh bakal dipaksa bekerja keras dari biasanya yang terlanjut hidup dalam kesunyian.

Sisi lain, ketenangan yang jadi pemakluman pria di usia 30-an yang saya agung-agungkan menjadi terganggu. Saya merindukan rumah yang sunyi tanpa perlu sembunyi-sembunyi.

Sholat id di MAJT

Cerita ini belum selesai karena saat menulis ini, waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi. Itu artinya masih beberapa jam lagi sebelum pergi ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang kami rencanakan sholat id di sana.

...

Meja dapur terisi penuh makanan. Sebuah kemewahan yang sudah lama tidak saya rasakan setiap lebaran beberapa tahun belakangan. Saya tahu bahwa saya hanya bagian kecil dari keluarga pemilik rumah.

Namun tetap saja, saya bersyukur menjadi bagian dari mereka yang begitu saling menyangi sesama keluarga. Terima kasih sudah menunjukkan kehangatan kepada saya saat harus berjuang menjadi tegar karna keluarga sendiri yang tidak bisa diandalkan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini