Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Hari Kamis, Rawan Cedera

[Artikel 116#, kategori futsal] Hampir 2 bulan terakhir ini tiap bermain futsal, ada saja cedera yang menghampiri. Entah karena diri sendiri atau benturan sesama pemain. Padahal main hari Kamis lebih santai ketimbang hari Selasa. Lalu, apa penyebabnya?

Kamis kemarin (15/6), dua lutut saya jadi korban kembali. Gara-garanya karena ada 2 situasi. Yang pertama karena diri sendiri saat berusaha menangkap bola. Posisi saya sudah salah langkah dan mau nggak mau ada pergerakan berlebihan.

Mantabs! 2 lutut saya langsung kesakitan. Posisinya lutut jatuh menghantam lapangan yang padahal berumput. Sangat keras sekali dan sangat khawatir karena dulu pernah cedera lutut.

Situasi kedua saat berhadapan dengan rekan yang menjadi lawan. Saat berusahan membawa bola, saya menipunya namun kakinya malah menghantam lutut bagian tengah. Sakit sekali bagian ini sampai-sampai menjadi memar berwarna merah.

Entah ada apa hari Kamis ini, rasanya seperti sedang sial saja. Apakah saya terlalu bersemangat atau menganggap remeh.

Kamis yang lebih santai

Main hari Kamis sebenarnya lebih santai karena diisi generasi milenial ke atas dari usia 30-an hingga hampir 40-an.

Berbeda dengan hari Selasa, meski ada sebagian milenial akhir, namun cukup banyak milenial awal dan gen z yang berpartisipasi.

Tensinya tentu lebih keras hari Selasa karena semangatnya lebih besar. Berbeda dengan hari Kamis yang lebih santai dan canda tawa.

Itu yang saya pikirkan, namun tetap saja diantara keduanya yang mendatangkan banyak cedera malah hari Kamis. Jadi bingung sendiri.

...

Sepertinya pengalaman cedera ini tidak semua rekan futsal yang mengalaminya. Itu berarti memang saya saja yang terlalu berlebihan saking antusiasnya. Semoga sehat selalu dan tidak terjadi apa-apa setiap main hari Kamis.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini