Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Yang Ditunggu Setelah Pulang Futsal, Kotak Kayu

[Artikel 114#, kategori futsal] Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Kotak kayu yang dinanti berisi laptop (bukan baru) yang dari siang keberadaannya tak kunjung tiba sekarang sudah berada di tangan. Lega, rasanya. Sekarang pekerjaan saya sudah bisa kembali (dotsemarang).

Harus ditunggu sampai malam setelah pulang futsal ternyata. Entah kenapa kurirnya tidak mengirim ke rumah pada saat saya masih di rumah pada sore hari. Kan harap-harap cemas.

Futsal perdana bulan April

Futsal perdana bulan keempat jatuh pada hari Selasa, tanggal 4 April 2023. Yang hadir hari ini lumayan banyak. Saya menjalani permainan juga cukup menyenangkan meski harus terus bekerja keras berada di bawah mistar.

Perasaan bagus mengawalinya. Ya, meski pada akhirnya mulai sering kebobolan setelah berganti-ganti tim. Pikiran saya juga bisa teralihkan yang dari siang terus menunggu dan menunggu (laptop).

Kotak kayu

Tubuh lelah setelah pulang tidak berasa karena perasaan bahagia bertambah. Laptop baru merek apple, statusnya second, akan jadi senjata baru buat saya terus menulis.

Laptop ini saya dapatkan dari penjualan laptop sebelumnya yang terjual dengan harga yang sangat miring. Dalam penjualan laptop ASUS Zenbook Special Edition tersebut, harga yang ditawarkan include dengan laptop yang saya terima ini.

Saya tidak peduli dengan kondisinya saat saya katakan kepada rekan yang membelinya. Pokoknya bisa dibuat menulis saja. Saya tidak sedang berada diposisi menawar karna sudah kepepet membayar hutang adek saya.

...

Setelah sekian purnama tidak mendapatkan kotak kayu, akhirnya saya menerimanya. Meski bukan dari ASUS lagi dan sepertinya ada perasaan yang hilang. Branding saya dengan ASUS mulai luntur karena menggunakan laptop bukan dari ASUS.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini