Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo April 2023

[Artikel 116#, kategori catatan] Awal bulan April, kita sudah memasuki hari ke-10 berpuasa. Banyak kekhawatiran yang saya rasakan dan berharap itu tidak jadi kenyataan. Sudah berat saja menyapa awal bulan. 

Luar biasa menjalani puasa hingga hari ke-10 ini, terutama aktivitas dotsemarang yang terus menerus mendapatkan undangan berbuka puasa dari hotel. Meski melelahkan, saya menikmatinya.

Kekhawatiran

Sudah bertahan sekuat tenaga, akhirnya pecah juga puasa. Bukan karena maag kali ini, tapi batuk yang belum kunjung reda semenjak awal berpuasa. 

Saya sangat khawatir sekarang. Terutama orang yang saya percayai merusak kepercayaan saya. Entah apa yang dipikirkannya setelah usaha saya seolah tidak berarti baginya. 

Saya sedang berbicara tentang keluarga saya, bukan dia atau gebetan. Status saya masih single, jadi tidak perlu ini yang kamu perhatikan.

Kekhawatiran saya soal uang yang katanya tak dapat membeli segalanya ternyata dapat mengkhianati siapa saja. Tidak peduli keluarga atau persahabatan, itu sangat menyakitkan.

Setahun ke depan, saya harus membayar hutang-hutang meski bukan saya yang berhutang. Berat, andai saja saya gagal mengisi isi dompet. Saya bertanya-tanya, kenapa saya yang harus membayarnya.

Lebaran dipastikan saya akan di Ibu Kota saja. Tidak pergi ke mana-mana karena saya sadar, kerja keras saja tidak akan berguna kala ada yang dikhawatirkan.

...

Sehat-sehat ya badan. Meski penghasilan saya receh, semoga saja bisa segera terlepas dari genggaman hutang. Jangan sampai harta satu-satunya yang saya dapatkan tahun lalu harus tergadai.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini