Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Akhirnya Gunakan Pinjaman Online Juga

[Artikel 3#, kategori Keuangan] Alasannya sederhana, saya ingin bantu adek saya yang sedang bermasalah meski sebenarnya saya tidak ingin bermasalah dengan pinjaman online. Alhasil, saya melakukannya juga hari ini.

Sempat menolak, namun didorong oleh adek saya, akhirnya saya mencobanya juga. Prosesnya cepat dan mudah. Tidak menyangka secepat itu uang masuk ke rekening pribadi.

Kekhawatiran

Meski uangnya sudah cair, tapi bukan saya yang menggunakannya. Yang buat khawatir adalah bagaimana caranya uang itu kembali yang dicicil pembayarannya hingga 12 bulan. 

Apalagi dengan pekerjaan sebagai blogger, jika adek saya tidak bayar, bisa kacau hidup saya. Janji mereka akan membayar secara penuh tagihan bulanan SPinjam.

Namun karena akun yang digunakan atas nama saya, tetap saja itu buat khawatir. Setahun itu masih panjang waktunya. Dan semoga tidak lalai.

Kecewa

Saya seperti kakak yang bodoh karena selalu ditipu adek-adek saya. Uang yang seharusnya dibayarin buat hutang, malah belum dibayar. Saya kecewa sekali, apalagi saya menaruh kepercayaan tinggi kepadanya.

Entahlah, saya harap tidak akan melakukan hal buruk apabila sampai hutannya tidak dibayar dan bulanan SPinjam macet. Sempat berpikir akan menjual aset terbesar saya yang saya dapatkan tahun 2022 kemarin. Semoga saja tidak terjadi.

Saya sangat membenci diri saya sekarang ini.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini