Catatan

šŸ“Œ PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo Maret 2023

[Artikel 114#, kategori catatan] Dalam 2 tahun terakhir, saya mengkhawatirkan laptop yang dipinjamin ASUS untuk membantu saya bekerja. Tahun ini, saya bernafas lega karena laptop ASUS yang saya pakai hari ini adalah milik sendiri.

Halo, Maret tahun 2023. Apa kabar masa depan saya? Ah sudahlah, memikirkannya nggak bakal membuat saya lebih baik. Apalagi mengawali bulan ini, saya malah nggak enak badan. Mendadak pilek yang membuat tubuh sulit diajak gerak.

Sebelum bercerita lebih banyak, saya mau menyapa diri saya di tahun 2022. Saya tidak baik-baik saja, maafkan diri saya yang tidak bisa menjaga tubuh ini. Hanya itu yang saya jawab untuk diri saya tahun lalu.

Tantangan

Banyak hal terjadi selama bulan Februari. Salah satunya adalah perjalanan ke luar kota. Bukan sekali, tapi dua kali. Bahkan, saya tidak membayangkan akan berada pada situasi saat itu. Mulai dari pergi ke Blitar dan kemudian dilanjut minggu depannya, pergi ke Jogja.

Namun dibalik itu, saya punya banyak alternatif untuk saya bawa ke dotsemarang. Ya, meski harus sedikit menderita karena keluar dari kamar tercinta. Mau tidak mau, harus beradaptasi dengan lingkungan saat harus bekerja dini hari.

Selain tentang perjalanan, Kota Semarang juga sedang tidak ramah dengan cuaca. Bulan Februari rasanya hujan hampir mengguyur setiap hari. Niat berolahraga, selalu kandas. Beruntung, futsal masih jalan terus.

Kehilangan

Saya tidak menyangka bulan Februari harus kehilangan salah satu punggawa dotsemarang. Seseorang yang saya anggap sebagai penasehat karena setiap langkah yang ingin dilakukan, masukannya sangat berharga.

Saya jadi ingat almarhumah yang selalu punya keterbatasan dalam berkegiatan. Mau tidak mau, karena perannya sangat saya inginkan untuk dotsemarang, saya harus ke rumahnya untuk meminta izin kepada orang tuanya. Maklum, anak perempuan dan satu-satunya.

Sekarang, semoga almarhumah tenang di sisiNya. Diampuni segala dosa-dosanya. Keluarga diberi ketabahan dan kesabaran. Maafkan saya belum mampir karena sedang berada di luar kota.

...

Banyak hal yang masih ingin saya ceritakan. Namun tubuh masih kurang fit sekarang. Beberapa hari ke depan, saya harus bersiap untuk menyambut tahun baru untuk dotsemarang. Tahun ke-13, semoga bukan angka sial.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini