Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo Maret 2021

[Artikel 87#, kategori catatan] Tidak terasa, sudah satu tahun laptop yang saya gunakan ini bersama saya. Saya benar-benar khawatir bila laptop ini kembali ke perusahaan (ASUS). Saya tidak tahu lagi, bagaimana saya menceritakan hari-hari saya. Dan tentang Kota Semarang khususnya. Mungkin saya harus bersantai tanpa perlu merangkai.

Halo, bulan Maret yang jatuh pada hari Senin. Tidak menyangka saya terbangun karena dia menelpon dini hari. Padahal alarm saya sedikit lagi berbunyi dari waktu yang saya setel setiap hari.

Entah kenapa respon saya sangat tinggi hingga tanpa sadar, saya ketahuan tidur di atas lantai (bukan di kasur). Dia selalu mewanti-wanti untuk menggunakan kasur, tapi inilah cara saya untuk terapi. Enak tahu tidur di lantai. 😅

Memulai takdir

Seperti kembali memulai sebuah permainan (gim), tiap awal bulan ada kekuatan yang seolah lebih besar yang menstimulan untuk berpikir lebih baik lagi dari bulan sebelumnya. Pikiran tersebut benar-benar membangkitkan semangat, jiwa dan pikiran. Saya harap dapat menjaganya.

Semakin ke sini, saya semakin kesal dengannya. Meski kami sudah tidak menjadi kekasih, sikapnya tetap saja tidak berubah. Bahkan, hal-hal yang tidak saya ketahui selama berhubungan, malah terumbar karena dianggap tidak ada ikatan. Mungkin itulah takdir yang diberikan Tuhan agar saya tidak semakin menyesal kemudian hari.

Sudah sejak awal tahun saya memulai takdir baru sebagai pria single. Hari ini saya malah berdoa untuk menunda menikah yang entah kapan takdir itu benar-benar terealisasi sebagai pria (maksudnya mau menikah).

Doa saya bukan alasan bila melihat apa yang saya lakukan juga masih belum membuahkan hasil. Mungkin inilah yang namanya bekerja dengan ikhlas, mau ada uang atau nggak, tetap saja dikerjakan.

Sebagai pria, saya ingin juga bahagia. Sama seperti yang lain. Namun berpikir jauh, tidak mungkin hanya minta izin kepada keluarga wanita untuk mengambilnya menjadi istri tanpa punya harapan masa depan. Ini takdir baru saya tahun ini. Saya harap tahun depan, doanya sudah berubah atau lebih cepat lagi. 

Tahun ke-11

Baru saja memberi dukungan kepada komunitas blogger perempuan Semarang yang telah berusia 6 tahun, tidak terasa usia dotsemarang sudah menginjak 11 tahun.

Tidak ada yang dapat dilakukan atau merayakan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dotsemarang hanyalah sebuah nama dan pernah jadi sejarah bagi banyak orang yang mengenalnya saja.

...

Selamat datang bulan Maret, saya harap dibukakan pintu rejeki yang lebih hebat. Mengandalkan pekerjaan yang tak memiliki pendapatan tetap, memang menyulitkan. Saya ingin menabung, agar kelak hidup tak lagi dikatakan masih saja berjuang.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini