Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Ganti Velg Sepeda

[Artikel 24#, kategori sepeda] Disayang-sayang, eh malah dibuang. Ini bukan soal hubungan, tapi uang. Maksudnya ingin berhemat, tetap saja ada pengeluaran. Seperti mengganti velg ban sepeda depan ini.

Saya ingin menangis keras-keras rasanya dalam hati. Tapi kalau velg gak diganti, aktivitas saya yang biasa dilakukan tiap pagi, bisa-bisa jadi mati. Alias tidak ada lagi.

Velg bekas

Sepertinya resolusi tahun ini punya sepeda baru harus segera terlaksana. Bukan harus baru, pokoknya ganti saja.

Sepeda yang saya gunakan bukan karena menua makanya sering rusak, tapi jarangnya saya rawat seperti awal-awal memiliki.

Delapan tahun, waktu yang tidak sebentar. Rentang waktunya lebih lama dari masa saya pacaran yang selalu kandas setiap tahun. 

Ketika saya bicara dengan pemilik bengkel sore kemarin yang sudah menutup tempatnya, ternyata beliau memiliki velg bekas yang bisa dipakai.

Karena beliau sering memperbaiki sepeda ini, saya tak perlu banyak tanya lagi apakah velg tersebut cocok apa nggak.

Apalagi harganya di bawah 50 ribu rupiah. Harga yang bisa dipakai untuk beli makan kucing selam 2 minggu.

Semoga tidak ada rusak lagi

Yang saya butuhkan saat ini adalah sepeda ini tidak lagi bermasalah. Jangan rusak mulu dong, meski perasaan saya akhir-akhir ini saat menggunakan sudah tidak enak.

Matahari hari ini (Rabu, 17/3) terik sekali. Antara bersyukur karena bengkelnya dekat atau malah menggagalkan rencana mengganti velg.

Setelah otak ini muter-muter terus, keputusannya sudah final. Saya masih butuh sepeda dan tidak mungkin saya berolahraga hanya mengandalkan jalan atau berlari.

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan bersepeda, salah satunya mencari akses WiFi gratis di tengah kota. Karena tanpa itu, kuota saya bisa-bisa langsung habis sebelum akhir bulan.

...

Selalu ada godaan ketika memiliki sesuatu yang begitu disukai. Baik hubungan manusia, atau pun barang. Terkadang ragu, terkadang menggebu-gebu.

Semoga ini terakhir kalinya velg ini ganti. Saya harus segera mendapatkan banyak uang agar bisa disimpan untuk masa depan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini