Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Akhirnya yang Ditunggu-tunggu, Panen Buah Kelengkeng

[Artikel 7#, kategori buah] Setelah menunggu beberapa bulan lamanya seteleh berbuah, hari ini, 6 Maret 2021, saya sudah bisa menikmati buah kelengkeng yang telah mateng. Panen yang selalu ditunggu.

Tak terasa sudah akhir pekan, kaki saya melangkah ke depan menuju pohon kelengkeng yang ada di samping rumah.

Kejutan sekali, yang ditunggu-tunggu akhirnya bisa dirasakan kembali. Pohon kelengkeng yang resmi bulan Maret ini sudah bisa dimakan buahnya, seperti pada tahun sebelumnya. 

Ya, di bulan yang sama juga kalau pohon kelengkeng di sini berbuah dan mateng setiap bulan Maret. Saya senang bahwa pohon ini tetap konsisten dalam berbuah.

Mari memetiknya.

Artikel terkait :


Komentar

Postingan populer dari blog ini