Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Maret 2023, Kedatangan Mertua si Bungsu

[Artikel 51#, kategori rumah] Benar saja, kupu-kupu yang terlihat di taman belakang rumah adalah pertanda bahwa akan ada orang yang datang. Saya hanya tidak menyangka yang datang adalah mertua si bungsu dan adik perempuan istrinya.

Rumah kembali ramai. Hiruk pikuk suasana lantai bawah mengingatkan saya waktu awal tahun kemarin saat kedatangan pemilik rumah. Itu menyenangkan dan rumah tentunya tidak sepi.

Saya semakin menyadari bahwa sangat penting seseorang memiliki rumah sendiri ketika berusia 30 tahun. Meskipun belum menikah. Alasannya, butuh ketenangan dan privasi.

Ketika kamu tinggal bersama keluarga, perasaan kadang nggak enak. Rasa hormat berlebihan dan juga, tidak leluasa dalam bergerak.

Saya belajar dari tahun ke tahun, tinggal dengan orang itu selalu membuat khawatir. Masalahnya, saya baru nyadarnya sekarang. Andai waktu bisa mundur ke belakang, mungkin saya akan berusaha mendapatkan rumah dengan kerja keras

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini