Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Datang dari Jakarta Naik Kereta

[Artikel 50#, kategori rumah] Hanya sunyi sekejap, mereka akhirnya datang kembali. Malam ini (14/12), saya menunggu kedatangan mereka yang memutuskan menggunakan kereta. Apakah mereka menyukainya?

Pemilik rumah yang sempat datang awal bulan Desember sebelumnya ke Kota Semarang, melanjutkan perjalanan mereka ke beberapa kota. Mungkin sambil nyelam, minum air.

Dan sekarang, mereka pulang lagi ke Kota Semarang dengan rencana hingga awal tahun depan. Maksudnya sampai bulan Januari 2023.

Mengetahui rencana tersebut, tentu saya menjadi khawatir. Bukan tidak suka atau terbebani, hanya masalah kebiasaan yang hidup dalam keheningan. Meski di rumah sekarang, tanpa keluarga datang, sudah ada penghuni baru.

Satu sisi, sangat menyenangkan bisa berkumpul dengan keluarga. Ada yang bisa disapa, ngajak makan dengan kemewahan (biasanya makan mie saat sendiri), dan rumah tidak sepi.

Namun sisi lainnya, membuat saya lebih banyak khawatir. Dengan umur sekarang, entah kenapa saya hanya ingin menikmati kesendirian. Bekerja seharian, lelah lalu istirahat dan asyik dengan baca komik sekedar membunuh waktu.

Selalu dilema sebenarnya, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi ingat saat dotsemarang punya kantor sendiri, saya bisa pergi melepaskan diri dari kondisi rumah yang menyenangkan menjadi menenangkan.

...

Eh, mendadak pompa air mati. Ini lebih dari sekedar khawatir lagi. Duh, ada-ada saja yang menambah kekhawatiran.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini