Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Dibalik Acara Workshop Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia di Kota Semarang

[Artikel 20#, kategori Dibalik Layar] Dibalik acara? Dibalik layar, eh bingung sendiri. Maksudnya behind the scene gitu. Ada-ada saja. Saya tidak menyangka bahwa keberuntungan datang dibalik kekhawatiran karena pemilik rumah datang di waktu bersamaan. Ada tempat pelarian, tapi juga harus digenggam berbarengan.

Dia, rekan bloger yang sekarang entah apakah masih aktif menulis blog atau sebaliknya, mengabarin sebuah acara dari Dinas Kesehatan Kota Semarang (DKK). Awalnya mikir DKK, tapi pas baca surat undangannya malah acara Kementerian Kesehatan.

Tentunya, saya pasti akan memutuskan hadir. Secara gitu nilai acaranya sangat besar, apalagi undangan untuk bloger. Sesuatu yang sudah seharusnya.

Kekhawatiran

Saya senang bisa diberi kesempatan menghadiri acara, namun rekan saya ini kasih undangan senangnya mendadak. Dikabarin hari Selasa, Rabu besoknya kudu bisa. Sebagai pemilik blog yang menghabiskan waktu bekerja di rumah seharusnya baik-baik saja.

Namun berbeda kali ini di bulan Desember. Rumah kedatangan para pemiliknya, dan yang datang dalam jumlah besar. Berbeda kedatangan sebelumnya yang bisa dihitung dengan jari. Berasa bicarakan benda?

Keputusan sudah bulat, saya mengambil sikap. Peran saya sebagai bloger mengharuskan saya mengikuti kegiatan bertema workshop yang acaranya berdurasi 4 hari.

Sisi lain, sebagai penghuni rumah saya tetap mengambil peran untuk menjadi setia dengan keadaan. Pergi ke sana kemarin, dari mulai menemani cari makan, antar jemput dan lainnya.

Sebenarnya saya khawatir, bisa maksimal nggak saat acara. Dengan dua peran ini, saya juga berharap tubuh saya baik-baik saja. Saya sudah mengorbankan banyak waktu yang biasanya saya sukai, kesunyian. 

Kehadiran banyak orang di rumah, tentu menggangu kesunyian tersebut. Mau tidak mau, dan hanya ikhlas menjalani tiap jarum jam berjalan.

📸Gambar-gambar ini diambil saat acara hari kedua, Kamis tanggal 8 Desember 2022.

...

Jalanin saja, dulu. Tiap keputusan yang diambil semua pasti memiliki resiko masing-masing, begitu pikiran saya. Entah dampaknya bagaimana, yang jelas saat kesempatan datang, jangan dilepaskan.

Mari mulai kesibukan awal bulan Desember.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini