Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Selasa Pertama Bulan Desember, Gagal Futsal

[Artikel 108#, kategori futsal] Padahal sedikit lagi bisa melarikan diri ke lapangan, tapi tetap tidak bisa. Selasa malam, awal bulan Desember rumah kedatangan banyak orang. Termasuk pemilik rumah, maksudnya keluarga. Niat yang besar saat itu untuk bermain, ternyata tidak direstui.

Selasa pertama jatuh pada tanggal 6 Desember 2022. Harinya berbarengan dengan rombongan kedatangan dari Kota Samarinda. Kebenaran yang datang bukan hanya keluarga, tapi juga orang-orang yang akan bermain badminton di Kota Semarang.

Rasanya sudah biasa tahun ini, tiap datang dari Samarinda, maka datangnya malam hari. Sayangnya, kenapa waktunya hari Selasa yang berbarengan jadwal futsal tim hari Selasa.

Bila sebelum-sebelumnya bisa membagi waktu meski dengan keadaan yang sama, kali ini ternyata sangat sulit. Saya sangat bekerja keras semenjak si orang bawah tidak lagi di rumah. Rasanya semua pekerjaan saya handle, seperti jemput ke bandara.

Saya tidak masalah sebenarnya, namun kenapa pas bareng jadwal futsal. Sudah olahraga berkurang, masa jatah futsal juga diambil.

Mau tidak mau mengabarin lewat WhatsApp grup, jika saya tidak bisa hadir dan mohon minta maaf belum bisa bergabung dulu dengan mereka. 

Hingga selesai antar jemput, makan malam, saya baru bisa di rumah di atas jam 9 malam. Mau lanjut ke lapangan sudah tidak mungkin. Skip dulu deh kali ini.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini