Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Terakhir di Bulan September, Cedera Lengan

[Artikel 104#, kategori futsal] Sudah 3 minggu terakhir ini saya memutuskan kembali menjadi kiper. Kekhawatiran rentan cedera memang tidak dipisahkan dalam lapangan, makanya saya terus hati-hati agar tidak kembali cedera. Namun naas, kali ini malah lengan yang cedera. Semoga lekas pulih.

Saya pikir Selasa terakhir (27/9) di bulan September akan berakhir tenang. Nyatanya saat coba menghadang sepakan rekan futsal yang sudah berhadapan satu lawan satu, mau nggak mau harus mengorbankan lengan. Ah...sial!

Masih bisa lanjut

Pertandingan sempat dihentikan sejenak karena saya meringis kesakitan setelah berhasil memblokir bola yang sudah hampir masuk. Kegagalan salah jatuh membuat lengan saya kesakitan. Entah kenapa saat itu tidak menekuk, malah tetap lurus sehingga terjadi hentakan.

Posisi saya digantikan akhirnya. Beberapa rekan menayakan kondisi saya dan malah berkata saya terlalu serius main. Haha.. saya jadi geli sendiri karena totalitas bermain saya yang disalahkan.

Syukurlah, lengan ini tidak parah. Saya masih bisa melanjutkan bermain. Tapi tidak sebagai kiper, namun sebagai pemain biasa saja. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini