Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Futsal Pertama di Bulan September, Kambuh Lagi

[Artikel 103#, kategori futsal] Semenjak cedera panjang kemarin, entah kenapa saya jadi malas update konten futsal di Instagram. Ini adalah kali ketiganya saya sudah kembali bermain, perasaan khawatir dan cemas masih menghantui. Dan terjadi juga.

Saya sudah memutuskan hanya mengambil satu kali satu minggu jadwal futsal pada hari Selasa saja. Beberapa rekan malah menggoda saya untuk kembali bermain di hari Kamis saat saya sudah yakin.

Kiper dan lutut yang rentan

Selasa minggu pertama di bulan September jatuh pada tanggal enam. Saya pikir sudah benar-benar pulih dan kekhawatiran sempat saya buang ketika akhirnya kembali menjadi kiper.

Saya baik-baik saja selama di lapangan. Beberapa kali kebobolan pun mungkin karena memang bukan spesialis posisi saya sebagai kiper. Jadi wajar pikir saya.

Oh ya, saya akhirnya mengambil posisi kiper karena kiper sebelumnya mengalami sedikit cedera. Gimana tidak cedera, main terus nggak ada yang gantiin. 😅

Naas, setelah di rumah, lutut saya terasa sakit kembali. Untungnya tidak membengkak seperti sebelumnya yang membuat saya tidak main hampir 2 bulan.

Sial! Memang tidak boleh mengambil posisi kiper lagi sepertinya.

Bermain di tengah

Sebenarnya saya menyukai posisi tengah meski saya bisa bermain di mana saja. Main minggu pertama ini, saya puas dengan performa saya saat berada di tengah.

Sayangnya beberapa rekan sepertinya sedang tidak konsentrasi. Umpan tajam saya gagal diterima dengan baik. Entah kenapa mereka gagal, atau memang mereka tidak siap dengan bola yang saya kirim ke mereka.

...

Selamat datang bulan September. Saya harap tidak ada cedera yang mengikuti. Biarkan saya menikmati di luar jam tidur malam biasanya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini