Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pertandingan Perdana di Liga Eropa, MU Malah Tumbang di Kandang

[Artikel 117#, kategori MU] Manchester United memulai Liga Europa 2022-2023 dengan menjamu Real Sociedad di Old Trafford, Jumat dini hari (9/9). Ada sesuatu yang saya tunggu di sini, seorang pemain yang beberapa musim terkahir selalu pindah klub.

Ya, Kubo maksudnya. Pemain kidal dari Jepang musim ini dilepas Real Madrid dengan opsi dijual. Tidak lagi dipinjamkan. Beruntung sebenarnya Real Sociedad, namun sebagai pengamat, saya tidak rela Kubo pergi. Kesabarannya adalah luar biasa menurut saya.

Tumbang di kandang sendiri

Sayangnya jalannya pertandingan tidak secara full saya saksikan. Aksi Kubo pun sedikit saya bisa tonton. Ini adalah klub favorit saya sejak kecil, jadi bingung sendiri untuk mendukung.

Berharap Kubo suatu hari bisa jadi pemain MU

Dengan rentetan kemenangan beberapa pekan, MU sangat diharapkan dapat menghancurkan Real Sociedad. Apalagi main di kandang.

Namun entah apa yang dipikirkan Erik (baca pelatih) yang memutuskan mengganti formasi yang biasanya. Tentu itu adalah hal baik untuk pemain yang memiliki keterbatasan menit bermain, namun bagi penggemar kemenangan adalah harga mati.

Menit ke-59, Real Sociedad mendapatkan pinalti dan sukses dieksekusi. Dan skor tidak berubah hingga akhir. Sangat menyakitkan sekali (main di kandang sendiri pula).

Ada apa dengan Ronaldo?

Antara kasihan dan kesel melihat sosok Ronaldo yang tidak biasanya beberapa pekan terakhir. Termasuk melawan Real Sociedad. Memang banyak harapan tinggi yang disematkan kepadanya, mungkin saya saja yang terlalu berharap.

Ronaldo seperti pemain amatir yang sulit mencetak gol. Kalah segalanya dan seakan tanpa bantuan pemain semacam Kross maupun Modric, Ronaldo bukan siapa-siapa.

Apakah memang sudah seharusnya tidak begitu berharap kepadanya? Masih adakah kesempatan buatnya? Gestur tubuhnya yang kesel sendiri membuat saya juga ikut kesal. Bola-bola mudah dan umpan yang manis, itu terasa susah.

Beberapa komentar yang beredar di Twitter mengatakan itu karena pemain yang mendukung Ronaldo kurang memahami. Skema pemain yang diturunkan juga kurang sreg. Ronaldo harus bisa keluar dari masalah ini bila tidak ingin terus dicadangkan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini