Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pekan Ke-5 Liga Inggris, MU Menang tipis 1-0 atas Leicester

[Artikel 116#, kategori MU] Sialan! Dari tadi saya nyumpah-nyumpah sendiri bukan karena MU menang dengan permainan yang kurang menyenangkan. Tapi saya belum tidur dari semalam. Niat tidur cepat, eh malah gak bisa tidur dan tau-tau sudah jam 2 dini hari.

Hari ini, Jumat dini hari (2/9), tim bertandang ke Stadion King Power. Markas Leicester City. Saya pikir dengan skuad yang lebih baik, bisa menang mudah. Ditambah filosofi sepakbola yang seharusnya semakin terarah.

Hasilnya, hanya menang 1-0 saja. Gol semata wayang tersebut dicetak Sancho dari hasil kerja sama apik, Bruno, Rashford dan diselesaikan dengan menipu kiper oleh Sancho. 

Masih tidak suka dengan permainan

Saya senang bisa melihat Casemiro di tim ini sekarang. Jadi ada motivasi menontonnya pagi-pagi ini. Ditambah disiarkan di Televisi, hemat kuoata jadinya.

Sayangnya, dua babak dilalui, tim masih main seperti kesulitan sendiri. Saya masih ingat betapa kerennya permainan tim saat pramusim saat membantai Liverpool di Amerika sebelumnya. Rasanya permainan seperti itu yang saya ingin lihat.

Entah kenapa dari dua pertandingan terakhir, MU masih aja sulit mengembangkan permainan. Adanya Ronaldo pun juga belum berpengaruh.

Saya belum tidur

Arghhhh.... saya sudah mengatur alarm biar bisa bangun dini hari sebelum jam 2 pagi. Ini waktu kerja saya, jadi rasanya aman-aman saja.

Namun entah kenapa, saya yang sudah nyaman dibantal selalu terbangun setiap 1 jam. Saya sudah merebahkan kepala sebelum jam 8 malam. Lalu, terbangun jam 9, jam 10 dan akhirnya begitu terus.

Setelah pertandingan selesai, saya juga akan balas dendam ingin tidur lebih lama. Hasilnya, malah terjaga karena saya tidak pernah tidur lagi setelah bangun dini hari. Semacam kebiasaan jadinya.

Gambar : twitter

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini