Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pertandingan Pertama Real Madrid di UCL, Bertandang ke Celtic

[Artikel 27#, kategori Real Madrid] Kejuaraan Eropa kembali bergulir, Real Madrid yang berstatus juara musim lalu masih menggunakan prinsip rendah hati. Tim seolah tidak ingin diunggulkan kembali. Dan kali ini mereka terbang ke Skotlandia berbekal belum terkalahkan di Liga.

Bangun Rabu dini hari ini sangat berat. Selain kurangnya jam tidur karena baru tidur jam setengah 12 malam, ini juga tubuh masih lelah. Ya, alasan futsal malamnya dari jam 7 hingga jam 10 malam.

Celtic luar biasa

Main di Celtic Park, Rabu tanggal 7 September, Madrid dibuat susah oleh tuan rumah. Tidak menyangka saja bahwa Celtic sangat luar biasa di kandang sendiri. Ditambah atmosfer stadion yang penuh dukungan pendukung mereka.

Celtic menunjukkan karakternya dan tidak peduli siapa Real Madrid meski berstatus juara bertahan.  Sempat cemas dengan permainan pressing agresif yang ditunjukkan pemain Celtic, namun Madrid sukses menundukkan tuan rumah.

Pengalaman, ketenangan dan bagaimana Madrid mendominasi Eropa 10 tahun terakhir rasanya hanya itu membedakan keduanya.

Sayangnya, skema yang diterapkan Celtic bukan saja mempengaruhi jalannya pertandingan. Tapi juga membuat pemain paling lama Real Madrid, Benzema harus menepi sebelum babak pertama usai. Sial! 

Hazard sang pembeda

Antara berkah atau sial, Hazard sukses mencetak golnya musim ini di akhir babak kedua. Bahkan ia sukses memberi asis untuk gol kedua Madrid yang dicetak Modric.

Hazard bisa dibilang mendapatkan berkah dari cederanya Benzema. Sedangkan pemain andalan kita, top skore UCL musim lalu harus menerima bahwa ia sedang sial malam ini.

Menderita

Terbayar tentunya dengan hasil yang didapatkan Real Madrid yang sukses membungkam tuan rumah dengan skor telak 3-0. Saya merasa menderita setelah pertandingan karna harus menata tidur kembali. Beberapa bagian tubuh mulai terasa sakit akibat futsal.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini