Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Setelah 2 Tahun, Akhirnya Ke Jakarta Lagi

[Artikel 3#, kategori Jakarta] Penantian itu akhirnya sirna. Memang, kalau sudah jodoh tidak kemana. Setelah kemarin gagal pergi ke Magelang, kesempatan pergi ke Jakarta tentu tidak disia-siakan. Banyak pertemuan dan kejutan biasanya, apalagi bertemu banyak rekan sesama bloger.

Ya, ini dalam rangka acara ASUS Indonesia seperti sebelum pandemi. Saya menghadiri launching laptop baru di sana nanti. Dari Kota Semarang kali ini tidak semua bisa berangkat. Selain karena dipangkas juga karena beberapa alasan yang terpaksa tidak membuat jadi pergi.

Oh ya, kondisi tubuh juga tidak baik. Masih ada bagian yang masih sakit karena malam sebelum berangkat masih bermain futsal. Tapi kesehatan tetap aman terkendali.

Pesawat

Lumayan bisa berangkat agak siang, jadinya beberapa pekerjaan bisa dituntaskan. Bukan Garuda kali ini, melainkan Citilink untuk berangkat dan Batik Air untuk kepulangan.

Ada sedikit kekhawatiran juga berangkat kali ini terkait powerbank yang sudah saya tulis di blog dotsemarang di sini. Gimana  ya, smartphone yang dibawa ini sekarang baterainya sudah kurang maksimal. Dikit-dikit harus dicolokin.

Sedangkan bawa powerbank, kapasitasnya 20 ribu. Apakah boleh atau tidak dibawa ikut masuk? Pada akhirnya jadi konten juga. Masalah selalu mencari jawaban.

Nginap di aloft Jakarta

Rasanya ini yang pertama menginap di Aloft Hotel Jakarta yang berada di jalan KH. Wahid Hasyim. Lumayan, lebih santai di sini.

Selama 3 hari, dari hari Rabu hingga Jumat atau tanggal 14-16 September, saya ada di sini. Rekan sekamar saya adalah orang yang saya kenal. Seorang guru dan juga bloger tentunya. 

Lokasi acara

Setelah menyapa rekan-rekan dan bertemu di hotel, kami bergegas cari makan siang. Perut tidak bisa dikompromi. Karena dekat dengan Sarinah, kami pergi berjalan kaki.

Ternyata lokasi acara untuk hari Kamis sangat dekat dengan Sarinah, yaitu Djakarta Theater XXI. Intip bangunannya di sini.

...

Masih banyak lagi cerita dari Jakarta, kapan-kapan saya akan ceritakan kembali. Sudah waktu subuh, mari ambil air wudhu. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini