Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Cedera Lagi, Lutut Bengkak

[Artikel 102#, kategori futsal] Saya membuka kaos kaki saat pertandingan baru berjalan kurang dari semenit. Ini adalah main ke-4 kalinya menjadi kiper malam ini (14/6). Lho, kok bengkak. Langsung saja saya minta diganti dan keluar.

Padahal bulan Juni ini saya memutuskan bermain sekali dalam seminggu demi meminimalisir cedera. Eh, ini malah cedera juga dan dipastikan bulan Juni akan saya lewatkan begitu saja.

Tidak ingat sama sekali

Saya bingung kenapa lutut saya bengkak begini. Padahal selama main hingga ketiga kalinya, tidak ada benturan sama sekali dengan pemain lawan yang membuat saya merasa kesakitan.

Yang saya tahu, saya terlalu bersemangat untuk menepis bola dengan sering menjatuhkan tubuh (menerjang). Saya menyukai setiap atraksi yang saya lakukan, namun kalau jadinya begini, mungkin saya akan berhenti melakukannya.

Khawatir

Saya sangat khawatir hingga memutuskan pergi lebih awal dari tempat futsal. Padahal masih ada 1 jam lagi permainan. Yang aneh, lutut bengkak tapi sakitnya biasa aja. 

Bangun pagi harinya, bengkaknya tambah besar. Beberapa kali saya kompres dengan air es dan minum obat pereda nyeri. Saya harap bengkaknya tidak akan lama.

Entah, apakah saya akan benar-benar berhenti bermain futsal atau istirahat dengan waktu lama. Rasanya cedera kali ini buat trauma.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini